Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Banjir Terjang Fujian, Lebih 83 Ribu Warga Dievakuasi

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 00.24 WIB
banjir_terjang_fujian_lebih_83_ribu_warga_dievakuasi

Tim SAR mengevakuasi warga terdampak Topan Saudel di Minhou, Fuzhou, Provinsi Fujian, China, Kamis (3/9/2026). (foto: CNS/AFP)

news_banner

Fujian, MISTAR.ID - Lebih dari 83.000 warga dievakuasi di Provinsi Fujian, China, setelah hujan deras terkait Topan Saudel memicu banjir di kawasan perkotaan dan pedesaan. Sejumlah orang juga dilaporkan hilang di Kota Putian, Jumat (4/9/2026).

Hujan deras merendam kendaraan dan bangunan tempat tinggal. Di beberapa wilayah pesisir, otoritas setempat menutup sekolah, menghentikan transportasi umum dan memberlakukan protokol darurat banjir.

Melansir Reuters, di Fuding, petugas pemadam kebakaran menerobos banjir setinggi pinggang untuk membawa warga lanjut usia ke tempat aman. Proses penyelamatan tersebut terlihat dalam rekaman media sosial yang telah diverifikasi Reuters.

Sementara itu, di Desa Jinxi yang berada di dekat Fuding, arus banjir menggenangi bangunan permukiman dan merobohkan sebuah rumah tiga lantai. Desa yang dikelilingi pegunungan itu dikenal sebagai kawasan penghasil teh.

Kondisi serius juga terjadi di Putian, kota yang dilalui Sungai Mulan. Banjir meluap ke jalan-jalan raya utama, merusak struktur jembatan dan menggenangi bangunan tempat tinggal.

Otoritas setempat sedang menyiapkan tim penyelamat untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Televisi pemerintah CCTV melaporkan sejumlah orang masih hilang.

Saudel melakukan pendaratan untuk ketiga kalinya, kali ini di pesisir Fujian pada Kamis (3/9/2026) pagi setelah kembali menguat di Laut China Selatan. Topan tersebut merupakan topan ketujuh yang melanda China tahun ini.

Saudel juga menjadi topan ketiga yang menghantam Kota Yuhuan di Zhejiang timur dalam waktu kurang dari dua bulan. Administrasi Meteorologi China menyebut rangkaian tersebut sangat jarang terjadi dan para ahli mengaitkannya dengan El Niño.

Ratusan ribu orang telah direlokasi di Zhejiang dan provinsi-provinsi sekitarnya sejak akhir Agustus. Jumlah itu termasuk lebih dari 83.000 warga yang dievakuasi di Fujian ketika Saudel bergerak ke daratan dan membawa hujan deras ke daerah sekitarnya.

Kementerian Sumber Daya Alam China memperingatkan hujan deras meningkatkan risiko bencana susulan seperti tanah longsor. Hujan sebelumnya telah membuat sejumlah sungai melewati ambang peringatan dan menggenangi kawasan dataran rendah.

Profesor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Hong Kong University of Science and Technology, Hui Su, mengatakan kondisi Super El Niño menggeser lokasi pembentukan topan lebih jauh ke timur.

Menurut Su, kondisi itu memungkinkan topan menempuh perjalanan lebih panjang dan semakin kuat ketika mencapai daratan, termasuk China dan wilayah selatan Asia.

Ia memperkirakan musim topan tahun ini dapat berlangsung hingga Desember, lebih lama dibandingkan kondisi normal yang biasanya berakhir pada Oktober atau November, akibat periode cuaca hangat yang berkepanjangan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN