Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Tolak Seruan Israel untuk Pindahkan Warga Palestina dari Gaza

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 23.28 WIB
as_tolak_seruan_israel_untuk_pindahkan_warga_palestina_dari_gaza

Warga Palestina berada di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, 17 Agustus 2026. (foto: AP/Jehad Alshrafi via Aljazeera)

news_banner

Washington, MISTAR.ID - Amerika Serikat menolak seruan pejabat tinggi Israel agar penduduk Palestina dipindahkan dari Jalur Gaza. Sikap tersebut menjadi bentuk perbedaan pendapat secara terbuka yang jarang terjadi antara Washington dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut pengosongan penduduk Gaza sebagai satu-satunya “solusi” bagi krisis di wilayah tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menegaskan Washington tetap berkomitmen pada rencana perdamaian 20 poin Presiden Donald Trump yang menjadi dasar gencatan senjata tahun lalu.

“Tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza dan mereka yang ingin pergi akan bebas melakukannya serta bebas untuk kembali. Kami akan mendorong masyarakat untuk tetap tinggal dan memberi mereka kesempatan membangun Gaza yang lebih baik,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada Al Jazeera dalam pernyataan, Jumat (4/9/2026).

“Amerika Serikat tidak mendukung rencana atau proposal apa pun untuk pemindahan paksa, pengusiran, atau relokasi wajib penduduk Gaza,” lanjut juru bicara tersebut.

Katz sebelumnya mengatakan Trump hanya “membekukan”, bukan membatalkan, dukungannya terhadap pemindahan warga Palestina dari Gaza.

“Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa migrasi ini,” kata Katz, Rabu.

Para pegiat hak asasi manusia menilai usulan tersebut akan tergolong sebagai pembersihan etnis.

Pejabat Israel selama ini menggunakan istilah “migrasi” untuk merujuk pada pengosongan penduduk Gaza.

Katz mengatakan pemerintah Israel siap mengeluarkan warga Palestina dari Gaza “melalui laut, udara, dan dengan cara apa pun untuk melakukannya”. Menurutnya, gagasan tersebut masih terus dibahas.

Negara-negara Arab, termasuk beberapa sekutu dekat Amerika Serikat, telah menolak keras setiap upaya memindahkan warga Palestina dari tanah mereka.

Sementara itu, Gedung Putih merujuk Al Jazeera pada unggahan Trump di media sosial pada Agustus yang menyambut kesepakatan untuk melucuti senjata Hamas.

Kesepakatan tersebut mencakup penarikan Israel secara bertahap dari Gaza dan penghentian serangan mematikan yang hampir setiap hari terjadi di wilayah tersebut.

Namun, Israel menolak proposal itu dengan menyatakan tidak akan memberikan konsesi sampai Gaza sepenuhnya didemiliterisasi. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN