Beras Premium Langka saat Indonesia Buka Keran Ekspor ke Malaysia

Etalase beras di salah satu pasar modern di Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Pemerintah menyebut stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton dan mencukupi kebutuhan hingga Mei 2027. Namun, di tengah melimpahnya stok tersebut, beras premium justru mengalami kenaikan harga dan langka di sejumlah pasar serta ritel modern.
Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram (kg) dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Palembang dan Malang.
Kondisi tersebut terjadi ketika Indonesia justru mulai membuka peluang ekspor beras ke luar negeri. Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Malaysia untuk ekspor perdana 1.000 ton beras premium.
Ekspor tersebut juga membuka potensi pengiriman beras ke Malaysia hingga 200 ribu ton dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan ekspor perdana beras ke Malaysia menjadi perkembangan positif bagi sektor pangan nasional.
Menurutnya, peningkatan produksi domestik membuat Indonesia memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
"Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026), seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, produksi beras Indonesia diproyeksikan terus meningkat. Berdasarkan proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), produksi beras Indonesia pada 2026-2027 diperkirakan mencapai sekitar 38,6 juta ton.
Angka tersebut meningkat sekitar 4,6 juta ton dibandingkan produksi pada 2024-2025 yang mencapai 34 juta ton.
FAO juga menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah India, China, dan Bangladesh.
Qodari menegaskan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia. Pemerintah, kata dia, tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional.
"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tegasnya.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga beras mengalami kenaikan di seluruh tingkat perdagangan selama Agustus 2026.
Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan tercatat Rp14.213 per kg, sedangkan di tingkat grosir mencapai Rp14.901 per kg dan tingkat eceran Rp15.641 per kg.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan harga beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 meningkat 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, harga beras di tingkat penggilingan naik 5,52 persen.
Berdasarkan kualitasnya, beras premium mengalami kenaikan harga lebih tinggi secara tahunan. Harga beras premium di tingkat penggilingan naik 1,22 persen secara bulanan dan 10,07 persen secara tahunan.
Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan meningkat 1,48 persen secara bulanan dan 4,03 persen secara tahunan.



















