BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta?

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta?
Jakarta, MISTAR.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema insentif bagi Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan aturan baru mengenai insentif tersebut tengah disiapkan melalui Peraturan Kepala Badan dan ditargetkan terbit pekan ini.
Ia menyebut pengumuman perubahan skema insentif rencananya dilakukan pada Jumat (4/9/2026) atau Senin (7/9/2026).
"Gini, yang berlaku itu sampai dengan hari ini itu kan peraturan lama. Semenjak jadi kepala badan, saya sudah mengajukan peraturan kepala badan yang harapannya di minggu ini itu sudah keluar," ujar Sudaryono saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Selama ini, setiap SPPG mendapatkan insentif sebesar Rp6 juta per hari. Namun, melalui aturan baru, besaran insentif tidak lagi diberikan secara rata kepada seluruh dapur MBG.
Sudaryono menjelaskan besaran insentif akan disesuaikan dengan kapasitas produksi masing-masing SPPG. Menurutnya, pemberian insentif dengan nominal yang sama kepada seluruh dapur dinilai tidak adil karena kapasitas pelayanan setiap SPPG berbeda.
"Iya (disesuaikan) sekarang tidak rata semua kemudian, satu dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil," jelas pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari juga mengatakan pihaknya tengah merancang skema baru yang mempertimbangkan jangkauan pelayanan setiap SPPG.
Menurut Agustina, besaran insentif seharusnya mempertimbangkan perbedaan kapasitas dan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
"Enggak juga dong yang 300 meter yang atau 400 (meter), ada bahkan yang 500 (meter) yang lebih bagus kok disamaratakan Rp6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Juli lalu.
Ia mencontohkan SPPG yang melayani 500 penerima manfaat tidak seharusnya memperoleh insentif yang sama dengan dapur yang melayani hingga 1.000 penerima manfaat.
"Kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 eh katakanlah seribu orang insentifnya sama," ujar Agustina. (hm25/CNN Indonesia)




















