Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Mobil Baru Makin Murah, Harga Mobil Bekas Bakal Ambruk?

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 06.30 WIB
mobil_baru_makin_murah_harga_mobil_bekas_bakal_ambruk

Mobil Baru Makin Murah, Harga Mobil Bekas Bakal Ambruk? (foto ilustrasi:chatgpt/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (4/9/2026) — Harga mobil baru yang semakin kompetitif membuat pasar otomotif Indonesia memasuki persaingan baru. Di satu sisi, konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan dengan harga dan teknologi yang semakin menarik. Namun di sisi lain, kondisi tersebut bisa menjadi kabar kurang menyenangkan bagi pemilik mobil yang berharap kendaraan mereka tetap memiliki nilai jual tinggi.

Kekhawatiran mengenai harga mobil bekas kembali muncul seiring agresifnya persaingan antarprodusen, terutama dengan semakin banyaknya model baru dari merek China dan kendaraan elektrifikasi.

Namun, apakah harga mobil baru yang lebih murah otomatis membuat harga mobil bekas ikut ambruk?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Data pasar menunjukkan harga mobil bekas di Indonesia masih relatif kuat. OLX mencatat pencarian mobil bekas mencapai sekitar 2,7 juta kali per bulan pada 2026. Bahkan, pelaku pasar menilai keterbatasan stok di showroom ikut membuat harga mobil bekas tetap bertahan.

Artinya, turunnya harga mobil baru tidak serta-merta membuat seluruh mobil bekas kehilangan nilai jual.

Diskon Mobil Baru Bisa Menekan Harga Bekas

Meski demikian, pemilik mobil tetap perlu memperhatikan efek dari potongan harga mobil baru.

Ketika sebuah model baru mendapatkan diskon besar, harga transaksi kendaraan tersebut di dealer bisa menjadi jauh lebih rendah dibandingkan harga resminya. Kondisi ini pada akhirnya dapat menjadi pembanding baru bagi konsumen ketika mencari unit bekas.

Semakin besar selisih harga antara mobil baru dan bekas, semakin sulit penjual mobil bekas mempertahankan harga tinggi.

Persaingan juga semakin terasa ketika produsen meluncurkan model baru dengan fitur lebih lengkap tetapi harga relatif kompetitif.

BYD, misalnya, saat ini menawarkan sejumlah kendaraan listrik dengan rentang harga yang semakin agresif. Dalam daftar harga resminya, BYD Atto 1 dibanderol mulai Rp199 juta, sementara BYD M6 mulai Rp395 juta.

Situasi seperti ini membuat konsumen memiliki alasan lebih kuat untuk membandingkan mobil baru dengan unit bekas.

Mobil Apa yang Harga Bekasnya Paling Cepat Turun?

Pada dasarnya, tidak ada satu angka depresiasi yang berlaku untuk seluruh mobil.

Namun, kendaraan dengan permintaan pasar kecil, merek yang belum memiliki jaringan purnajual kuat, model yang cepat berganti generasi, serta mobil dengan teknologi yang berubah sangat cepat cenderung menghadapi tekanan lebih besar terhadap nilai jual kembali.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah merek China yang relatif baru di pasar Indonesia.

Menurut OLXmobbi, mobil China bermesin ICE yang telah berusia 3–5 tahun mengalami tingkat depresiasi sekitar 20–30% lebih tinggi dibandingkan mobil Jepang di segmen yang setara.

Namun, kondisi ini tidak berarti seluruh mobil China pasti memiliki harga bekas buruk.

Semakin banyak unit yang beredar, semakin luas jaringan servis, semakin mudah suku cadang diperoleh, dan semakin kuat penerimaan konsumen, peluang nilai jual kembali untuk stabil juga semakin besar.

Apakah Mobil Listrik Punya Resale Value Rendah?

Mobil listrik menjadi kasus yang sedikit berbeda.

Perkembangan teknologi baterai dan penurunan harga mobil listrik baru dapat memberikan tekanan terhadap harga unit lama. Ketika mobil listrik generasi baru menawarkan jarak tempuh lebih jauh, fitur lebih lengkap, atau harga lebih murah, konsumen mobil bekas tentu akan meminta harga yang lebih kompetitif.

Salah satu laporan pasar otomotif 2026 bahkan memperkirakan depresiasi EV dapat lebih tinggi dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Namun angka tersebut sebaiknya tidak digunakan sebagai patokan untuk setiap merek dan model karena kondisi pasar EV masih berkembang cepat.

Di sisi lain, garansi baterai dan purnajual dapat menjadi faktor penting.

BYD, misalnya, memberikan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer, sementara baterai traksi mendapatkan garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer untuk model-model yang diluncurkan sebelumnya.

Garansi seperti ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran calon pembeli mobil listrik bekas.

Bagaimana dengan Mobil Hybrid Bekas?

Mobil hybrid justru menarik untuk diperhatikan.

Teknologi hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa ketergantungan penuh terhadap fasilitas pengisian daya. Hal tersebut membuat hybrid berpotensi menjadi pilihan tengah bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

Namun, calon pembeli mobil hybrid bekas tetap harus memperhatikan kondisi baterai, sistem hybrid, riwayat servis, serta ketersediaan bengkel yang mampu menangani sistem elektrifikasi.

Jadi, harga murah saja tidak cukup.

Mobil hybrid bekas yang memiliki riwayat perawatan jelas dan jaringan purnajual kuat berpotensi lebih aman dibandingkan unit yang tidak diketahui riwayatnya.

Mobil China Bekas: Harga Jatuh atau Mulai Stabil?

Pasar mobil China masih berada dalam tahap pembentukan.

Sejumlah merek sudah mulai membangun jaringan dealer, fasilitas servis, ketersediaan suku cadang, hingga program garansi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Namun, persepsi pasar bekas belum sepenuhnya mengejar perkembangan pasar mobil baru.

Data OLXmobbi menunjukkan mobil China masih menghadapi tantangan dalam hal resale value dibandingkan merek Jepang.

Kondisi tersebut sebenarnya bisa berubah seiring bertambahnya populasi kendaraan.

Semakin banyak mobil sebuah merek berada di jalan, semakin banyak pula unit yang akhirnya masuk pasar bekas. Dari sinilah harga pasar mulai terbentuk secara lebih objektif.

Karena itu, belum tepat jika langsung menyimpulkan mobil China akan selalu memiliki depresiasi tinggi.

10 Mobil yang Cenderung Memiliki Pasar Bekas Lebih Likuid

Bagi konsumen yang mempertimbangkan nilai jual kembali, mobil dengan pasar luas biasanya menjadi pilihan lebih aman.

Sejumlah model yang masih dikenal memiliki permintaan kuat di pasar bekas antara lain Toyota Avanza, Toyota Innova, Toyota Rush, Toyota Fortuner, Honda Jazz, Honda CR-V, Honda Brio, Suzuki Ertiga, Daihatsu Terios, dan Toyota Agya.

Daftar tersebut bukan berarti harga seluruh unit akan selalu stabil. Kondisi kendaraan, tahun produksi, kilometer, lokasi, riwayat servis, transmisi, hingga jumlah peminat di daerah masing-masing tetap sangat menentukan.

Sebagai gambaran, sejumlah data pasar 2026 menunjukkan Avanza, Innova, Rush, Fortuner, Jazz, Brio dan beberapa model lain masih masuk kategori kendaraan dengan harga bekas relatif stabil.

Kapan Waktu Terbaik Menjual Mobil?

Tidak ada waktu yang selalu menjadi periode terbaik untuk menjual semua jenis mobil.

Namun, pemilik kendaraan sebaiknya tidak menunggu terlalu lama jika sudah berencana melakukan upgrade.

Depresiasi biasanya semakin terasa seiring bertambahnya usia kendaraan. Selain usia, munculnya generasi baru juga dapat memengaruhi harga model sebelumnya.

Karena itu, sebelum menjual mobil, pemilik sebaiknya memantau tiga hal sekaligus: harga mobil baru pengganti, harga unit bekas sejenis, dan kondisi permintaan terhadap model tersebut.

Jika harga mobil baru sedang mendapatkan promo besar sementara harga bekas mulai tertekan, menjual lebih awal dapat menjadi pilihan yang masuk akal.

Sebaliknya, apabila sebuah model bekas masih banyak dicari dan stoknya terbatas, pemilik memiliki posisi tawar yang lebih baik.

Mobil Bekas Apa yang Justru Makin Dicari?

Menariknya, tidak semua mobil bekas terancam oleh semakin murahnya mobil baru.

Model dengan harga terjangkau, konsumsi BBM efisien, biaya perawatan rendah, suku cadang mudah ditemukan, dan jaringan servis luas justru berpotensi tetap diminati.

Data penjualan mobil baru GAIKINDO juga menunjukkan MPV seperti Toyota Avanza dan Toyota Veloz masih menjadi salah satu penopang utama pasar. Pada April 2026, Avanza mencatat 3.491 unit penjualan dan Veloz 3.262 unit.

Besarnya populasi kendaraan di jalan pada akhirnya menciptakan pasar bekas yang lebih likuid.

Inilah alasan mengapa mobil yang secara teknologi bukan lagi yang paling baru belum tentu menjadi kendaraan dengan harga bekas paling rendah.

Jadi, Apakah Harga Mobil Bekas Bakal Ambruk?

Kemungkinan harga beberapa model turun tentu ada, terutama jika mobil baru dengan spesifikasi serupa ditawarkan semakin murah.

Tetapi, tidak berarti seluruh harga mobil bekas akan ambruk.

Pasar bekas memiliki mekanisme sendiri. Faktor merek, reputasi, populasi kendaraan, biaya kepemilikan, jaringan servis, ketersediaan suku cadang, kondisi unit, hingga tingkat permintaan jauh lebih menentukan nilai jual kembali.

Bagi calon pembeli, kondisi ini justru bisa menjadi peluang.

Harga mobil baru yang semakin kompetitif dapat membuat sejumlah mobil bekas menjadi lebih menarik karena selisih harga dengan unit baru semakin besar.

Sementara bagi pemilik mobil, pelajaran terpentingnya adalah jangan hanya melihat harga beli ketika memilih kendaraan.

Resale value juga perlu dihitung sejak hari pertama mobil berada di garasi.

(antara/medcom/byd/olx/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN