MBG Terindikasi Basi, BGN Diminta Evaluasi SPPG Simungun

Koordinator BGN Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID – Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siempat Nempu Hilir Simungun, Kabupaten Dairi, sempat terhenti pada Senin (31/8/2026), karena menu ayam suwir terindikasi basi.
Menanggapi masalah ini, penggiat sosial asal Dairi, Bambang Hermansyah, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memeriksa SPPG Simungun guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Terkait MBG yang terindikasi basi yang didistribusikan oleh SPPG Simungun, sangat diharapkan kepada BGN agar memeriksa dan mengevaluasi secara menyeluruh. SPPG seharusnya diberikan sanksi berupa suspend guna menghindari kejadian berulang," kata Bambang.
Di kesempatan berbeda, Koordinator BGN Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution, mengatakan laporan terkait kejadian tersebut telah diterima pihaknya dari Kepala SPPG Simungun.
Ia mengatakan dirinya bersama Satgas Percepatan MBG juga telah turun ke lokasi. Laporan mengenai MBG yang terindikasi basi tersebut telah disampaikan kepada Kepala Regional BGN Sumatera Utara.
"Terkait hasilnya, nanti kita tunggu putusan BGN Pusat," kata Pahlawan saat dihubungi Mistar di Sidikalang, Kamis (3/9/2026).
Pahlawan memastikan MBG yang terindikasi basi belum sempat dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Sebelumnya, Kepala SPPG Siempat Nempu Hilir Simungun, Anderson Gurning, menjelaskan menu yang mereka siapkan saat itu adalah nasi putih, ayam suwir, sayur sup berisi wortel, kentang, dan buncis, serta buah jeruk.
Menurut Anderson, pada awal proses pemorsian, makanan tersebut tidak terindikasi basi dan masih layak dikonsumsi. Menu tersebut juga telah diuji secara organoleptik oleh pengawas gizi.
Namun, setelah satu rute diberangkatkan ke arah Pardomuan dan proses pemorsian dilanjutkan untuk rute kedua, tim mencium aroma tidak sedap dari ayam suwir tersebut.
"Ketika tim pemorsian kedua mencium ada aroma tidak sedap pada menu ayam suwir tersebut, langsung melapor kepada pengawas gizi juga Kepala SPPG. Setelah kami cek, memang betul sudah mulai beraroma basi tidak sedap. Pemorsian rute kedua langsung dihentikan," katanya.
Untuk menghindari dampak buruk terhadap penerima manfaat, Anderson memerintahkan asisten lapangan menarik kembali paket MBG yang telah sempat disalurkan. Tim distribusi juga diminta kembali ke SPPG dan menghentikan pendistribusian.
Anderson menyebut SPPG Simungun melayani sebanyak 2.983 penerima manfaat. Sementara pada Selasa (1/9/2026), SPPG Simungun tetap beroperasi dan masih mendistribusikan MBG.[]

























