Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SUMUT

Ayam Suwir MBG Terindikasi Basi, SPPG di Dairi Tarik Paket di Tengah Isu Penolakan

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 18.34 WIB
ayam_suwir_mbg_terindikasi_basi_sppg_di_dairi_tarik_paket_di_tengah_isu_penolakan

SPPG Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi. (foto: dok SPPG Siempat Nempu Hilir Simungun/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siempat Nempu Hilir Simungun, Kabupaten Dairi, menghentikan pemorsian dan menarik kembali paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (31/8/2026), setelah menu ayam suwir terindikasi basi.

Kepala SPPG Siempat Nempu Hilir Simungun, Anderson Gurning, saat dikonfirmasi Mistar, Selasa (1/9/2026), membenarkan adanya ayam suwir yang mulai beraroma tidak sedap saat proses pemorsian.

Menurut Anderson, menu MBG pada Senin terdiri atas nasi putih, ayam suwir, sayur sup wortel, kentang, buncis, dan buah jeruk.

Ia mengatakan saat pemorsian berlangsung, menu awalnya tidak terindikasi basi dan masih layak dikonsumsi serta telah diuji secara organoleptik oleh pengawas gizi.

Setelah satu rute diberangkatkan ke arah Pardomuan, proses pemorsian dilanjutkan untuk rute kedua. Saat itulah tim pemorsian mencium aroma tidak sedap pada ayam suwir.

"Ketika tim pemorsian kedua mencium ada aroma tidak sedap pada menu ayam suwir tersebut, langsung melapor kepada pengawas gizi juga Kepala SPPG. Setelah kami cek, memang betul sudah mulai beraroma basi tidak sedap. Pemorsian rute kedua langsung dihentikan," katanya.

Anderson mengatakan, untuk menghindari hal buruk terhadap penerima manfaat, ia memerintahkan asisten lapangan menarik kembali paket MBG yang sudah sempat disalurkan.

Asisten lapangan dan tim distribusi juga diminta kembali ke SPPG dan tidak melanjutkan pendistribusian.

Sementara itu, sejumlah sumber dari pihak sekolah di Kecamatan Siempat Nempu Hilir menyebut paket MBG sempat ditolak karena mencium aroma basi.

"Saat MBG tiba di sekolah kami, lalu kami cium aroma basi, kemudian langsung kami tolak. Oleh SPPG pun segera menarik MBG dimaksud," kata seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber dari sekolah lain juga membenarkan bahwa MBG tidak disalurkan pada Senin (31/8/2026) dengan alasan adanya kesalahan teknis di dapur. Menurut sumber, hal itu disampaikan langsung oleh koordinator lapangan SPPG bermarga Situmorang kepada sekolah yang belum sempat menerima distribusi MBG.

Namun, Anderson mengatakan tidak ada penolakan dari pihak sekolah. Menurutnya, penghentian dan penarikan distribusi dilakukan atas inisiatif pihak dapur.

"Untuk menanggapi pernyataan ini, kami ingin meluruskan informasi bahwasanya tidak ada penolakan dari pihak sekolah. Hanya saja pihak dapur berinisiatif untuk menarik dan menghentikan distribusi paket MBG pada Senin (31/8/2026) untuk menjaga dan menghindari hal-hal buruk terhadap penerima manfaat," katanya.

Anderson menyebut jumlah penerima manfaat MBG dari SPPG Simungun sebanyak 2.983 orang.

Pada Selasa (1/9/2026), SPPG Simungun tetap beroperasi dan mendistribusikan MBG dengan memperhatikan dan menerapkan SOP yang berlaku.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Pengamat di Sidikalang, Bambang Hermansyah, meminta BGN dan Satgas MBG turun ke SPPG Simungun untuk melakukan survei. Ia juga meminta BGN memberikan sanksi suspend terhadap SPPG tersebut.

Terpisah, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution, saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, Selasa (1/9/2026), mengatakan pihaknya akan turun melakukan survei ke SPPG Simungun.

Terkait sanksi suspend dan pembayaran operasional distribusi MBG tersebut, Pahlawan mengatakan keputusannya berada di pimpinan BGN pusat setelah dikoordinasikan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN