Harga Cabai di Medan Berfluktuasi, Pengamat: Bukan Dampak Erupsi Sinabung

Ilustrasi petani yang memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara. (Foto: Antara)
Medan, MISTAR.ID - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mengalami fluktuasi pada awal September 2026. Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menilai perubahan harga tersebut bukan disebabkan oleh erupsi Gunung Sinabung, melainkan dipengaruhi siklus panen dan kondisi pasokan dari sejumlah daerah.
Gunawan Benjamin menganalisis saat ini sentra produksi cabai merah di Desa Kuta Buluh dan Bintang Meriah yang merupakan pemasok dominan tengah memasuki masa panen raya.
Kedua wilayah tersebut secara pasokan relatif aman dari paparan erupsi Sinabung. Selain itu, pasokan juga dibantu oleh hasil panen dari dataran rendah di Desa Beringan dan sekitarnya, Kabupaten Deli Serdang.
"Faktor utama yang mengakibatkan gejolak harga cabai merah justru bersumber dari siklus panen daerah lain. Musim panen di wilayah Kabupaten Batubara yang berakhir, diperkirakan menjadi biang kerok menipisnya pasokan di sejumlah titik," ujar Gunawan, Selasa (1/8/2026),
Situasi itu diperketat dengan tingginya permintaan dari Provinsi Aceh, di mana kebutuhan cabai merahnya dipenuhi oleh produksi dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).
"Iklim juga perlu diwaspadai, musim kemarau yang panjang di Sumut berpeluang menciptakan kenaikan permintaan dari provinsi lain. Hal tersebut bisa memicu kenaikan harga cabai atau setidaknya stabil di level yang tinggi," tutur dosen Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Meski erupsi Gunung Sinabung belum memberikan dampak pada pasokan pasar saat ini, Gunawan menekankan mitigasi kebijakan yang menyeluruh diperlukan untuk menyelamatkan petani dan lahan pertanian dari potensi bencana susulan.
"Meskipun pedagang besar telah berupaya melakukan mitigasi mandiri untuk menciptakan keseimbangan harga, campur tangan pemerintah dalam mempermudah dan mengamankan jalur distribusi logistik antardaerah menjadi kunci utama kestabilan pangan," imbuhnya.
Terpisah, berdasarkan pantauan di Pasar Sei Sikambing, komoditas pangan menunjukkan penurunan harga. Seperti dikatakan seorang pedagang, Putri. Harga cabai rawit turun menjadi Rp51.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp65.000.
"Selain cabai rawit, cabai merah juga turun menjadi Rp39.000 dari Rp45.000 per kg. Bawang putih juga turun, hari ini Rp29.000, sebelumnya Rp34.000 per kg. Bawang merah juga turun jadi Rp26.000, sebelumnya Rp36.000 per kg," katanya.
Sementara itu, di Pasar Petisah, harga cabai merah justru mengalami kenaikan menjadi Rp48.000 per kg dari sebelumnya Rp41.000.
"Bawang merah juga naik tipis jadi Rp31.000, sebelumnya Rp31.000 per kg. Cabai rawit turun jadi Rp59.000, sebelumnya Rp60.000 per kg dan bawang putih stabil Rp30.000," ucapnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Turun Lagi, Cek Rinciannya





















