Monday, August 31, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Sinabung Erupsi, Petani KJA di Danau Toba Simalungun Diimbau Waspadai Abu Vulkanik

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 16.58 WIB
sinabung_erupsi_petani_kja_di_danau_toba_simalungun_diimbau_waspadai_abu_vulkanik

Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Senin (31/8/2026). (foto: Tangkapan layar Tiktok Eny Ginting/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Senin (31/8/2026) pagi, membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun mengingatkan para pembudidaya ikan untuk lebih memperhatikan kondisi perairan.

Imbauan itu terutama ditujukan kepada petani Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Danau Toba, seperti Haranggaol dan Tigaras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Simalungun, Pardomuan A Sijabat, mengatakan wilayah Simalungun memang cukup jauh dari Gunung Sinabung. Namun, petani tetap perlu mengantisipasi kemungkinan abu vulkanik terbawa angin dan masuk ke perairan.

"Memang Danau Toba wilayah Simalungun cukup jauh dari lokasi Sinabung. Tapi kita tetap mengimbau pembudidaya, khususnya di Haranggaol dan Tigaras, supaya memperhatikan kondisi air," kata Pardomuan, Senin siang.

Menurut dia, abu vulkanik dalam jumlah tertentu dapat memengaruhi kualitas air. Jika material tersebut masuk dan menumpuk di perairan budidaya, kondisi ikan juga bisa terdampak.

Karena itu, petani diminta melakukan pengecekan secara berkala, terutama jika terjadi hujan abu. "Kalau abu mulai masuk atau menumpuk, harus diperhatikan. Jangan sampai kualitas air berubah dan berdampak pada ikan," ujarnya.

Pardomuan mengatakan kandungan material vulkanik, terutama belerang dan zat asam, bisa menjadi persoalan jika jumlahnya berlebihan.

"Kalau kandungan belerang dan asamnya sudah tinggi, tentu tidak baik untuk pertumbuhan ikan. Dalam kondisi tertentu, yang paling fatal bisa menyebabkan ikan mati massal," ucapnya.

Sebelumnya, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Senin pagi. Erupsi tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 3,5 kilometer dari puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, melaporkan erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan berlangsung selama 991 detik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN