Monday, August 31, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Drainase Depan Pasar Horas Habiskan Dana Rp398 Juta, Warga: Jangan Asal Jadi

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 14.38 WIB
drainase_depan_pasar_horas_habiskan_dana_rp398_juta_warga_jangan_asal_jadi

Drainase di depan Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, yang sedang diperbaiki, Senin (31/8/2026). (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Proyek rehabilitasi drainase di Jalan Merdeka, tepat di depan Pasar Horas Pematangsiantar, menghabiskan anggaran Rp398 juta yang diambil dari dana APBD Kota Pematangsiantar 2026.

Besarnya anggaran pembangunan drainase diharapkan masyarakat agar dikerjakan sesuai spesifikasi dan diawasi ketat agar tidak berujung menjadi proyek bongkar-pasang.

Pantauan Mistar, Senin (31/8/2026), tertulis di papan proyek Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase yang Terkoneksi Langsung ke Sungai di Kabupaten/Kota.

CV Putra Kota Selaras ditunjuk sebagai kontraktor dan dikerjakan selama 120 hari, ditambah masa pemeliharaan 180 hari.

“Kami minta dikerjakan benar-benar bagus, jangan asal-asalan. Ini uang rakyat, bukan duit pribadi. Jangan sampai baru selesai sudah hancur lagi. Anggarannya besar, hasilnya juga harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata salah satu pedagang, Boru Silalahi.

Ia juga mengkhawatirkan proyek ini sering menjadi lahan korupsi. “Jangan cuma dijadikan ajang korupsi. Kami di sini setiap hari melihat bagaimana pengerjaannya, dari pagi sampai sore. Kalau ada yang aneh, masyarakat tahu kok. Jangan karena ini proyek pemerintah dikerjain sekenanya,” ucapnya.

Bagi warga pasar, angka Rp398 juta itu bukan sekadar deretan angka di papan proyek. Itu merupakan uang publik. Mereka sudah bertahun-tahun lelah menghadapi banjir dan genangan air yang merepotkan aktivitas jualan.

“Rp400 juta itu uang besar buat kami di sini. Kalau dipakai betul, drainasenya harus kuat dan awet bertahun-tahun. Kami nggak minta muluk-muluk, pokoknya hasilnya sesuai dengan uang yang dikeluarkan,” tutur Boru Silalahi.

Tak hanya kepada kontraktor, warga juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pematangsiantar turun tangan langsung untuk mengecek teknis pekerjaan. Mulai dari kedalaman galian, kualitas beton, rangka besi, hingga kelancaran aliran air, semuanya harus diperiksa langsung di lapangan dan jangan hanya menjadi formalitas di atas kertas.

“Jangan cuma datang sebentar, foto-foto, lalu pergi. Beneran harus dicek mutunya. Kalau kualitasnya jelek, tegur. Kalau nggak sesuai spek, bongkar. Jangan dibiarkan,” tegasnya lagi.

Lokasi di depan Pasar Horas merupakan jalur penting di kota. Jika saluran air justru menjadi sumber banjir baru atau cepat mampet, dampaknya akan langsung dirasakan pedagang. Jualan sepi dan pembeli enggan datang karena jalanan becek.

“Kalau drainasenya jelek, yang rugi kami. Air meluap, jalan kotor, pembeli males mampir. Jadi jangan asal gali tanah dan cor semen aja,” ujarnya.

Boru Silalahi melanjutkan, warga sudah terlalu sering menghadapi proyek bongkar-pasang seperti ini. Setiap tahun anggarannya besar, tetapi begitu selesai, proyek cepat rusak dan pada tahun berikutnya kembali dianggarkan. Akhirnya, uang rakyat habis begitu saja tanpa ada hasil nyata.

“Jangan sampai kejadian kayak gitu terulang lagi. Pemerintah harus awasi betul dari awal sampai selesai,” ucapnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN