Saudi Tuduh Iran Serang Tanker di Selat Hormuz, Dua ABK Filipina Tewas

Kapal berlayar di Selat Hormuz. (foto: Getty Images via BBC)
Riyadh, MISTAR.ID - Arab Saudi mengecam Iran atas serangan terhadap kapal tanker super milik Saudi, Sidr, di Selat Hormuz yang menewaskan dua anak buah kapal (ABK) asal Filipina.
Dilansir BBC, Kamis (3/9/2026), Rabnal Arab Saudi, Bahri, mengonfirmasi Sidr mengalami insiden keamanan saat melintasi Selat Hormuz pada Senin malam.
Menurut perusahaan keamanan maritim, Sidr terkena proyektil di utara Semenanjung Musandam, Oman. Kapal tanker super Senegal Prosperity milik Korea Selatan juga dilaporkan terkena serangan di sebelah timur Musandam pada waktu hampir bersamaan.
Iran belum menanggapi tudingan Arab Saudi terkait serangan tersebut. Namun, Teheran sebelumnya menyatakan dua tanker terbakar setelah menghantam ranjau saat menggunakan jalur yang tidak diizinkan di Selat Hormuz.
Bahri menyebut insiden terhadap Sidr terjadi sekitar pukul 23.40 waktu setempat, Senin (31/8/2026)/
“Dengan kesedihan mendalam, Bahri mengonfirmasi meninggalnya dua pelaut Filipina akibat insiden tersebut,” kata perusahaan.
Bahri turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, orang-orang terdekat, dan rekan kedua korban.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kemudian mengecam apa yang disebutnya sebagai “serangan Iran terhadap kapal tanker Saudi, Sidr, saat melintasi Selat Hormuz”.
Riyadh juga mengecam serangan Iran baru-baru ini terhadap Yordania, Bahrain, dan Kuwait. Arab Saudi menyerukan penghentian eskalasi serta penghormatan terhadap keamanan pelayaran internasional, pasokan energi global, kedaulatan negara, dan hukum internasional.
Sebelumnya, perusahaan manajemen risiko dan intelijen maritim Marisks dan Kpler melaporkan dua kapal tanker yang masing-masing membawa dua juta barel minyak mentah Saudi terkena proyektil tak dikenal hanya berselang beberapa menit saat keluar dari Selat Hormuz pada Senin malam.
Menurut Marisks, Sidr terkena proyektil tak dikenal sekitar 16 mil laut atau 30 kilometer di timur laut Khasab, Oman. Sementara Senegal Prosperity dihantam tiga proyektil tak dikenal sekitar 17 mil laut di sebelah timur Khasab.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan dua insiden di lokasi tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu memberikan versi berbeda. IRGC menyebut dua tanker tersebut, atas desakan militer Amerika Serikat, berusaha melintasi jalur yang dianggap ilegal di Selat Hormuz sebelum menghantam ranjau dan meledak.
Iran menyatakan kedua kapal kemudian terbakar.
Militer AS belum mengomentari klaim tersebut. Namun, Washington menyebut serangan terbarunya terhadap Iran dilakukan setelah upaya serangan IRGC terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan personel militer Amerika.
Kabar tewasnya dua ABK Filipina muncul setelah militer AS melancarkan gelombang serangan udara terhadap Iran. Pasukan Iran kemudian menargetkan pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Arab dengan rudal dan drone dalam baku serangan terbesar sejak Juli.
Menteri Kesehatan Iran mengatakan 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka akibat serangan AS.
Iran juga menuduh AS melakukan “kejahatan perang” setelah sebuah serangan menewaskan empat orang, termasuk dua anak-anak, dalam pesta pernikahan di Kota Sirik, Iran selatan. Militer AS mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Krisis Migran Ceuta, 50 Ribu Warga Spanyol Demo di Madrid


























