Wednesday, September 2, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Balas AS, Rudal Hantam Pangkalan Militer di Irak dan Yordania

Mistar.idRabu, 2 September 2026 pukul 15.44 WIB
iran_balas_as_rudal_hantam_pangkalan_militer_di_irak_dan_yordania

Militer Iran merilis video peluncuran rudal ke arah Yordania sebagai balasan atas serangan terbaru AS. (foto: AP)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID - Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, setelah Washington kembali menggempur sejumlah target di Iran.

Dilansir BBC, Rabu (2/9/2026), Iran dilaporkan menyerang fasilitas militer AS di Irak dan Yordania. Serangan juga memicu aktivitas pertahanan udara di Kuwait serta laporan ledakan di Bahrain.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan serangan tersebut merupakan pembalasan atas serangan AS di Sirik, Iran selatan.

Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan rentetan rudal balistik diluncurkan menuju pangkalan Marinir AS di Aqaba, Yordania, pada Rabu dini hari.

Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan sebanyak 13 rudal balistik terdeteksi dalam serangan tersebut. Sepuluh di antaranya berhasil dihancurkan, sedangkan tiga lainnya jatuh di daerah terpencil.

Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat serangan tersebut.

Pusat keamanan nasional Yordania sempat memperingatkan warga di Aqaba dan Mafraq mengenai kemungkinan jatuhnya puing-puing rudal sebelum peringatan itu kemudian dicabut.

Sementara itu, militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara mereka juga merespons serangan rudal Iran pada Rabu dini hari.

Media pemerintah Iran turut melaporkan sejumlah ledakan di Bahrain menyusul serangan yang dilancarkan Teheran.

Serangan balasan Iran terjadi setelah militer AS kembali menggempur sejumlah target IRGC pada Selasa.

Komando Pusat AS (Centcom) menyebut operasi tersebut dilakukan setelah adanya upaya serangan IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Centcom mengatakan serangan dimulai pada pukul 12.00 waktu AS bagian timur dan selesai pada Rabu dini hari.

Media Iran melaporkan proyektil menghantam kawasan Chabahar dan Konarak serta sebuah bandara di Jiroft. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.

Bulan Sabit Merah Iran menyatakan empat orang, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan rudal AS di Sirik. Lebih dari 50 orang lainnya terluka setelah pecahan rudal menghantam sebuah rumah yang sedang menjadi lokasi pesta pernikahan.

Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, yang berbicara atas nama Centcom, mengatakan pihaknya mengetahui laporan mengenai korban sipil tersebut.

"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, berbeda dengan IRGC," katanya kepada BBC.

IRGC kemudian memperingatkan Washington akan "menyesali" serangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan dengan "tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi" apabila Iran melakukan pembalasan.

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang ditandatangani pada Juni berakhir.

AS dan Israel sebelumnya melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menyerang Israel, pangkalan AS dan sejumlah negara sekutu Washington di kawasan Teluk.

Konflik tersebut juga berdampak pada Selat Hormuz. Iran menargetkan kapal yang disebut berusaha melintasi selat tanpa izin, sedangkan AS memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Washington pada 24 Agustus juga mengumumkan paket sanksi baru untuk semakin mengisolasi Teheran dan memperluas sanksi sekunder terhadap sekutu-sekutu Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa mengatakan Iran siap kembali menjalankan kesepakatan apabila AS juga kembali mematuhinya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN