Friday, September 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BI Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 08.04 WIB
bi_ungkap_pertumbuhan_ekonomi_indonesia_masih_tertinggal_dari_vietnam

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti .(Foto: Dokumentasi Departemen Komunikasi Bank Indonesia)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tertinggal dibandingkan Vietnam.

Meski demikian, Destry menilai kondisi tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung karena struktur dan kompleksitas perekonomian Indonesia berbeda dengan Vietnam.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi, ya kita mungkin kalah sama Vietnam tadi disampaikan. Tapi kan karakter kita beda dengan Vietnam ya, kompleksitas juga masih beda," ujar Destry dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Destry mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,45 persen. Menurutnya, capaian tersebut diikuti dengan kondisi indikator makroekonomi yang relatif terjaga.

Salah satunya terlihat dari tingkat inflasi Indonesia yang dinilai lebih terkendali dibandingkan Vietnam.

"Vietnam dia boleh ekonomi tinggi tapi inflasi dia di atas, 4,5-5 persen seperti itu," tuturnya.

Selain inflasi, Destry menyebut ketahanan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh disiplin fiskal pemerintah. Defisit anggaran tercatat sebesar 2,8 persen pada 2024 dan diproyeksikan sekitar 2,85 persen pada tahun ini.

Menurutnya, kondisi tersebut tetap disertai dengan rasio utang yang terukur sehingga stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga.

Kendati demikian, BI menilai aktivitas ekonomi domestik saat ini masih berada di bawah kapasitas potensial atau below potential level. Kondisi itu menunjukkan masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Destry menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan stimulus pemerintah atau bersifat state-led.

"Jadi kalau kita bandingkan negara lain, Indonesia itu sebenarnya posisinya tidak jelek. Nah mari kita bersama-sama kita mendorong pertumbuhan ekonomi kita dan kita enggak bisa bergerak sendiri-sendiri," kata Destry. (hm25/CNN Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN