Friday, September 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Singapura Masuk Kategori Tidak Sehat

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 11.13 WIB
diselimuti_kabut_asap_kualitas_udara_singapura_masuk_kategori_tidak_sehat_

Ilustrasi, kabut asap di Singapura.(Foto: Reuters)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (4/9/2026) – Kualitas udara Singapura memburuk pada Jumat (4/9/2026) pagi. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) tembus level tidak sehat akibat kabut asap lintas batas atau transboundary haze.

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) mencatat PSI berada di angka 105 pada pukul 10.00 waktu setempat.

Kategori tidak sehat berlaku saat PSI berada pada rentang 101-200. Terakhir kali Singapura berada pada level ini adalah pada Oktober 2023, juga akibat kabut asap lintas batas.

Dilansir The Straits Times, Layanan Meteorologi Singapura memperkirakan kondisi berkabut akan terjadi selama dua pekan ke depan. Cuaca kering diprediksi berlangsung hingga paruh pertama September.

Namun, hujan diperkirakan mulai turun pada minggu kedua.NEA mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain faktor cuaca kering, NEA juga mencatat peningkatan titik panas dan kabut asap di wilayah sekitar Singapura.

Imbas Karhutla di IndonesiaKabut asap pekat terpantau hampir setiap hari di wilayah selatan dan tengah Sumatra serta sejumlah wilayah di Kalimantan sejak 21 Agustus 2026.

Kondisi ini dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang diperparah fenomena cuaca El Nino.

Tingkat keparahan kabut asap di Singapura sangat dipengaruhi oleh arah angin. Selain Singapura, Malaysia juga terdampak. Kualitas udara di beberapa wilayah Negeri Jiran bahkan mencapai level berbahaya dan memicu lonjakan kasus asma.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN