Friday, September 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Cabai di Toba Rp70 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Dapur MBG Beli Langsung ke Pengepul

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 11.51 WIB
cabai_di_toba_rp70_ribu_per_kg_pedagang_keluhkan_dapur_mbg_beli_langsung_ke_pengepul

Pedagang bahan pokok di Pasar Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID – Harga cabai di Pasar Porsea, Kabupaten Toba, masih tinggi, Jumat (4/9/2026). Diketahui, harga cabai merah keriting berada di harga Rp60.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp70.000, dan cabai rawit hijau Rp55.000 per kilogram.

Pedagang Pasar Porsea, Nobel Simatupang, mengatakan harga jual pedagang karena harga beli dari pengepul sudah tinggi.

Ia mengaku membeli cabai merah keriting dengan harga Rp55.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp62.000 hingga Rp65.000, dan cabai rawit hijau Rp50.000 per kilogram.

“Harga jual kepada pembeli jadi ikut tinggi karena dari pengepul sudah tinggi,” ucap Nobel.

Mahalnya harga cabai dikeluhkan Nobel dan pedagang lainnya di Pasar Porsea. Menurut pedagang, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh pola belanja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membeli bahan pangan langsung dari petani atau pengepul dalam jumlah besar. Kemudian, stok cabai di pasar tradisional ikut terdampak.

“Bagaimana tidak naik harga cabai, pengurus dapur MBG langsung belanja ke petani atau toke besar dan dengan skala besar pula. Petani dan pengepul tentu saja menaikkan harga ke pedagang seperti kami karena mereka tahu pengurus MBG akan membeli cabai mereka dalam jumlah banyak. Dampaknya harga di pasar tradisional jadi naik semua. Masyarakat juga kena imbas,” tuturnya.

Pantauan Mistar, ada pula perbedaan harga antara Pasar Porsea dan pasar tradisional di Kecamatan Balige.

Di Pasar Balige, harga cabai sedikit lebih murah, yakni cabai merah keriting di Balige dijual Rp53.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp66.000, dan cabai rawit hijau Rp58.000 per kilogram.

Sementara itu, pembeli di pasar, Lisbet, mengatakan perubahan harga bahan pokok saat ini sulit diprediksi. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Kami ibu rumah tangga, sebagai pengatur keuangan keluarga harus berhati-hati mengatur keuangan, terlebih saat ini menjelang akhir tahun tentu seluruh kebutuhan pokok akan naik, yang bisa dilakukan mengencangkan ikat pinggang keuangan keluarga agar asupan gizi keluarga terpenuhi,” ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN