Cuaca Ekstrem Jadi Bencana Paling Sering Terjadi di Sumut

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) , Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem masih menjadi bencana yang paling sering terjadi.
"Ada 14 jenis bencana yang pernah terjadi di Sumut, yang paling sering terjadi itu adalah cuaca ekstrem," ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/9/2026) pagi.
Tuahta mengatakan sebanyak 127 kali kejadian cuaca ekstrem telah terjadi di seluruh wilayah Sumut sepanjang tahun ini.
"Cuaca ekstrem ini bisa angin puting beliung, bisa juga kekeringan, seperti di Samosir saat ini. Kita heran berada di seputaran air, tapi kering. Air bersihnya tidak tersalurkan ke masyarakat," tuturnya.
Kemudian dijelaskannya, setelah cuaca ekstrem, diikuti tanah longsor sebanyak 86 kali, banjir 73 kali, dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 47 kali.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, merincikan daerah-daerah yang paling sering terjadi cuaca ekstrem di tahun ini.
"Jadi menurut data kita, urutkan yang sering terjadi cuaca ekstrem itu ada Deli Serdang, Langkat, Dairi, Gunungsitoli, Serdang Bedagai, Sibolga, Simalungun, Medan, Batubara, dan Binjai. Selebihnya hanya 1-3 kali kejadian," katanya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tommy Eko Dilantik Jadi Kasi Intelijen Kejari Toba




















