Friday, September 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Super El Nino 2027: PBB Peringatkan Bencana Global, Indonesia Masuk Jalur Risiko

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 13.35 WIB
super_el_nino_2027_pbb_peringatkan_bencana_global_indonesia_masuk_jalur_risiko_

Ilustrasi - Petani melihat kondisi sawahnya yang rusak akibat kekeringan.(Foto: Antara/Dedhez Anggara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (4/9/2026) – PBB menyatakan dunia kini memasuki "zona bahaya cuaca ekstrem". Penyebabnya: El Nino yang kekuatannya terus membesar.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, memperingatkan fenomena ini belum pernah dipetakan sebelumnya. "Suhu permukaan laut kini kian memanas," katanya.

Data terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut El Nino kali ini berpotensi menjadi yang terkuat dalam 70 tahun terakhir. Puncaknya diprediksi berlangsung hingga Februari 2027.

Efek El Nino tidak main-main. Sebagian wilayah akan dilanda kekeringan panjang dan kebakaran hutan. Sebagian lainnya justru dihantam badai, banjir bandang, dan tanah longsor.

WMO mencatat suhu permukaan laut di Pasifik tropis tengah dan timur sudah 2°C di atas normal. Beberapa titik bahkan mencapai 8°C di atas rata-rata. Jika terus naik, ini bisa menjadi El Nino terkuat sejak 1950.

"El Nino berpotensi memberikan pukulan besar terhadap masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia," ujar Sekjen WMO, Prof. Celeste Saulo.

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang. Risiko kekeringan dan karhutla meningkat.

Sepanjang musim kemarau ini, lebih dari 107.000 hektare lahan di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua telah terbakar.

Warga Kalimantan Tengah mengeluh asap sudah menebal selama lebih dari sebulan. Pemerintah mengerahkan pesawat penyemaian awan dan menangkap puluhan orang terkait pembakaran lahan.

Di sisi lain, Terusan Panama mulai mengurangi 10% kapal yang melintas karena debit air menurun. China juga bersiap menghadapi 7 topan yang dipicu Super El Nino.

WMO telah melakukan "mobilisasi besar-besaran" untuk menyebarkan peringatan dini ke komunitas rentan.

Pakar iklim dari Practical Action, Miguel Arestegui, menekankan kekhawatiran harus diubah menjadi kesiapan.

"Ada persoalan struktural seperti perumahan di daerah rawan, sistem air rapuh, dan layanan kesehatan lemah yang memperparah dampak El Nino," katanya.

AS bahkan telah mengerahkan kapal rumah sakit USNS Comfort ke Peru, negara yang paling rentan terdampak.

PBB menegaskan, di tengah pemanasan global akibat ulah manusia, El Nino bisa menjadi semakin ganas. Kesiapsiagaan, bukan kepanikan, adalah kunci bertahan.(detikcom/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN