Friday, September 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Gletser Pecah, Desa Tersapu: Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.280 Jiwa, 5.260 Hilang

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 14.55 WIB
gletser_pecah_desa_tersapu_korban_banjir_nepalchina_tembus_1280_jiwa_5260_hilang_

Warga menangis saat mengikuti upacara pemakaman simbolis untuk kerabat mereka yang hilang karena banjir bandang di Kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/AFP/Prakash Mathema)

news_banner

Islamabad/Isanbul, MISTAR.ID (4/9/2026) – Bencana banjir bandang di perbatasan Nepal dan China menelan korban jiwa lebih banyak.

Per Kamis (3/9/2026) waktu setempat, tercatat 1.280 orang tewas, sementara 5.260 lainnya masih hilang. Operasi pencarian kini memasuki pekan kedua.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan 1.259 orang tewas dan 5.083 hilang.

Dari jumlah yang hilang, 583 di antaranya warga negara asing. Pencarian korban masih terus dilakukan, , namun medan berat membuat evakuasi berjalan lambat. Jalan terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi lumpuh di sejumlah wilayah.

Di distrik Rasuwa, salah satu titik terparah, keluarga korban kehilangan harapan menemukan jasad.

Mereka membuat patung dari rumput suci kaas-kush dan menggelar ritual pembebasan jiwa.

Rabu (2/9/2026) puluhan patung itu dikremasi massal di Kuil Pashupati Aryaghat, tepi Sungai Bagmati, Kathmandu. Di Chitwan, otoritas membakar jasad yang tidak dapat dikenali setelah mengambil sampel DNA.

Jumlah korban terlalu banyak untuk proses identifikasi dan penyimpanan jenazah.Banyak warga bahkan tak punya tempat untuk berduka.

Rumah dan kerabat mereka tersapu banjir. Pengungsi yang tiba di Kathmandu juga kesulitan menemukan fasilitas umum untuk ritual.

Negara tetangga China melaporkan 21 orang tewas dan 541 masih hilang, termasuk 261 warga asing.

Personel terus menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menjaga kebersihan di pos pengungsian untuk mencegah penyakit menular.

Gletser Pecah

Bencana ini dipicu pecahnya gletser di ketinggian 5.200 meter dari Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada 26 Agustus 2026.

Longsoran es dan batu raksasa menyapu lembah perbatasan. Banjir bandang dan lumpur menghancurkan distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga Lembah Kathmandu.

Titik lintas batas Gyirong di Tibet, China, juga ikut terkubur.Kini, selain mencari korban, warga Nepal dan China berjuang bertahan di tengah trauma dan kehilangan yang belum selesai.(Antara/Anadolu/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN