PT KINRA Koordinasi dengan PT Evyap dan Kepolisian Terkait Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangke

Kondisi pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangke pasca kebakaran. (foto : Ebson/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (4/9/2026) - Saat ini PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) selaku perusahaan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, tengah melakukan koordinasi dengan managemen PT Evyap Sabun Indonesia serta pihak kepolisian.
Manager Humas PT KINRA, Miswarindra mengatakan koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi terkait kebakaran pabrik PT Evyap Sabun Indonesia.
"Saat ini belum ada konfrensi pers karena PT KINRA masih berkoordinasi dengan PT Evyap Sabun Indonesia dan pihak berwenang terkait untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi," ucapnya lewat pesan whatsaap wartawan, Jumat (4/9/2026).
Sebagaimana diberitakan, pabrik PT Evyap Sabun Indonesia yang merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) asal Turki telah terbakar hebat pada Kamis (2/9/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima ternyata kebakaran tiga bangunan pabrik dipicu ledakan dari salah satu bangunan tersebut.
Usai ledakan api langsung menyembur ke luar dan melalap 3 bangunan pabrik berdinding seng tersebut.
Selang tidak lama kemudian, terlihat tiga orang yang melompat dari bangunan yang terbakar. Sayang ketiganya langsung tewas begitu menghantam lantai.
Sekretaris Forum Peduli Masyarakat Kawasan Ekonomi Khusus (FPM KEK) Sei Mangkei Ramlan M Santoso mengungkapkan informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat.
"Informasi yang belum terverifikasi menyebutkan selain 3 orang korban tewas, kebakaran disebutkan menyebabkan 11 pekerja mengalami luka bakar," terangnya.
Meski begitu, Ramlan mengatakan informasi tersebut membutuhkan klarifikasi baik dari pihak PT Evyap, PT KINRA, Administratur KEK, dan pihak kepolisian.
Ia membenarkan pihak PT KINRA masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. "Tadi saya juga sudah menghubungi Manager Humas yang mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi," tutup Ramlan. (hm02)





















