Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium untuk Tekan Harga

Ilustrasi. (Foto: Antara/Budi Candra Setya)
Jakarta, MISTAR.ID - Perum Bulog mengusulkan pengalihan sekitar 300 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut diajukan untuk periode September hingga Desember 2026 kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Ini kami sedang mengajukan untuk tahun 2026 ini per bulan September sampai dengan Desember, estimasi yang kami ajukan adalah sekitar 300 ribu ton," kata Rizal dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan karena harga beras premium di sejumlah daerah telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, harga beras premium rata-rata berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, HET beras premium yang ditetapkan Bapanas berdasarkan zonasi berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram.
Rizal menjelaskan pengalihan sebagian CBP menjadi beras premium bertujuan meningkatkan pasokan di pasar sehingga harga beras premium dapat kembali mendekati HET.
"Ini penetrasi pasar, harapannya harga beras premium bisa kembali sesuai dengan HET yang sudah ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Ia menyebut kenaikan harga beras saat ini terutama terjadi pada beras premium. Sedangkan harga beras medium relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti.
Kondisi tersebut terjadi karena CBP yang selama ini dikelola Bulog sebagian besar dalam bentuk beras medium. Hingga 1 September 2026, Bulog tercatat mengelola sekitar 4,9 juta ton beras.
Dengan stok tersebut, Bulog menilai cadangan beras pemerintah masih cukup kuat untuk mendukung upaya stabilisasi harga.
Rizal mengatakan pengalihan CBP menjadi beras premium akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanismenya mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional dan tetap berada dalam pengawasan pemerintah.
Usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelum diputuskan pelaksanaannya.
Rizal berharap usulan pengalihan 300 ribu ton CBP tersebut segera mendapat persetujuan agar Bulog memiliki instrumen tambahan untuk menekan harga beras premium sekaligus menjaga daya beli masyarakat. (hm25/antara)














