Wednesday, September 2, 2026
home_banner_first
EDUKASI

TBM Agmarani Perkuat Literasi Keluarga melalui Peran Ibu sebagai Guru Pertama

Mistar.idRabu, 2 September 2026 pukul 06.00 WIB
tbm_agmarani_perkuat_literasi_keluarga_melalui_peran_ibu_sebagai_guru_pertama

Pelaksanaan lokakarya penguatan literasi keluarga bagi perempuan yang dilakukan TBM. (Foto: Dokumentasi TBM/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Teras Baca Agmarani (TBM) memperkuat literasi keluarga melalui peran ibu dengan menggelar Lokakarya Penguatan Literasi Keluarga bagi Perempuan di Aula UPT SDN 064972 Medan Amplas.

Pendiri TBM, Mahniar Sinaga, mengatakan seorang ibu berperan penting menjadi penggerak budaya literasi di rumah. Ia menyebutkan bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat tanpa harus menunggu masuk sekolah, salah satunya melalui keluarga.

"Rumah merupakan sekolah pertama, dan orang tua adalah guru pertama. Keluarga dapat memulai dengan membaca buku bersama anak, bercerita, mengajak berdiskusi. Selain itu, orang tua juga harus mendampingi anak dalam menggunakan gawai, menyaring informasi, bahkan membiasakan anak untuk menyampaikan pendapatnya,” kata Mahniar, Selasa (1/9/2026).

TBM, kata Mahniar, memiliki komitmen untuk terus melakukan kegiatan literasi bagi masyarakat, sehingga aktivitas ini tidak berhenti pada sekadar membaca buku, tetapi juga untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, rasa percaya diri, bahkan juga memberdayakan masyarakat, terutama perempuan.

Kegiatan yang menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman tentang literasi keluarga ini juga mendapatkan apresiasi dari Lurah Medan Amplas, Muhammada Ardiansyah Lubis.

“Selain mendampingi pendidikan, seorang ibu juga menjadi teladan pertama bagi anak untuk membangun kebiasaan baik, termasuk membaca, belajar, berdiskusi, dan memanfaatkan informasi dengan bijak,” tuturnya.

Ia juga menambahkan keberadaan TBM turut andil untuk memberikan pemahaman bahwa literasi juga mencakup kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis hingga mengelola informasi.

Pemerintah kelurahan, sebutnya, akan terus menjalin kolaborasi dengan sekolah, komunitas, keluarga, dan pegiat literasi untuk mendorong gerakan literasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Asdelina Lubis menjelaskan bahwa lokakarya ini dirancang sebagai wadah interaksi dan berbagi pengalaman antarpeserta.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala UPT SDN 064972 Medan, Yuyun Maharani, yang memfasilitasi penggunaan lingkungan sekolah sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang kegiatan masyarakat dinilai menjadi cerminan sekolah sebagai pusat pembelajaran terbuka dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Acara tersebut dihadiri oleh pegiat literasi, kader PKK Kecamatan dan Kelurahan Medan Amplas, serta ibu rumah tangga dari Lingkungan 6 Medan Amplas. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN