Monday, August 31, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Festival Ngobrol Buku 2026 Dorong Pelestarian Cerita Rakyat Sumut Lewat Cerpen

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 13.24 WIB
festival_ngobrol_buku_2026_dorong_pelestarian_cerita_rakyat_sumut_lewat_cerpen

Kegiatan Festival Ngobrol Buku 2026 di Kota Medan. (Foto: Dokumentasi Ngobrol Buku/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Festival Ngobrol Buku 2026 mendorong pelestarian cerita rakyat Sumatera Utara (Sumut) melalui penulisan cerpen berbasis budaya lokal. Kegiatan yang digelar Komunitas Ngobrol Buku Indonesia selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, itu juga menjadi wadah untuk melahirkan penulis-penulis baru di Kota Medan.

Selama masa pengumpulan naskah, panitia kegiatan yang bertajuk Lokakarya Penulisan Cerpen ‘Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern’ ini menerima sebanyak 100 karya dan menetapkan 45 peserta untuk mengikuti kegiatan hingga akhir.

Ketua Panitia Pelaksana, Alda Muhsi, menjelaskan seluruh peserta dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu 15 pelajar tingkat SMA/sederajat, 15 mahasiswa dari sejumlah universitas, dan 15 peserta dari kategori umum.

Sejumlah sekolah yang terdaftar yakni SMA Parulian 1 Medan, MAN 1 Medan, MAS Daarul Azhariyun (Deli Serdang), SMA Negeri 1 Tiganderket, SMA Negeri 21 Medan, SMA Negeri 1 Binjai, SMA Negeri 1 Kualuh Leidong (Labuhanbatu Utara), SMA Darussalam Medan, dan MAN Batu Bara.

Untuk kategori mahasiswa, peserta berasal dari Universitas Negeri Medan, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Negeri Sumatera Utara, dan Universitas HKBP Nommensen. Sementara kategori umum diikuti oleh guru, pegawai, driver ojol, hingga pekerja lepas di Medan, Tanjungbalai, Pematangsiantar, dan Tapanuli Utara.

Kegiatan ini, kata Alda, berfokus pada pelestarian folklor. Para peserta diajarkan teknik-teknik menulis cerpen yang berbasis cerita rakyat Sumut oleh dua sastrawan nasional, Yusi Avianto Pareanom dan Koko Hendri Lubis.

“Peserta dilatih menggali nilai-nilai lokal untuk diadaptasi jadi sebuah karya cerpen modern yang menarik bagi pembaca masa kini,” tuturnya, Senin (31/8/2026).

Alda mengatakan bahwa karya para peserta ini nantinya akan diterbitkan dalam buku antologi (kumpulan tulisan) yang dijadwalkan mulai 1-24 September 2026.

“Tulisannya akan dibagi, dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing, dan dicetak sebanyak seratus eksemplar,” ucapnya.

Selain itu, karya-karya para peserta juga akan dibawa dalam acara diskusi sastra ‘Ngobrol Buku’ pada September mendatang, dengan menghadirkan akademisi dan praktisi sastra.

Ketua Komunitas Ngobrol Buku, Eka Dalanta, berharap festival ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal dan melahirkan penulis-penulis baru yang memanfaatkan cerita rakyat sebagai sumber ide penulisan.

“Sumut itu punya kekayaan budaya yang beragam. Salah satunya adalah cerita rakyat dan folklor yang diwariskan secara turun-temurun,” katanya.

Selain bertujuan sebagai hiburan, cerita rakyat juga memiliki nilai moral, identitas budaya, kearifan lokal, dan pandangan hidup masyarakat. Namun, di tengah era modernisasi dan perkembangan teknologi, keberadaan cerita rakyat dinilai semakin jarang diketahui oleh generasi masa kini dan berpotensi dilupakan.

“Kita juga berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat baca tulis dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah. Dan juga memperkaya terbitan-terbitan karya sastra para penulis baru Kota Medan,” ujarnya menambahkan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN