Novak Djokovic Tersingkir di Babak Pertama US Open 2026, Kondisi Fisik Jadi Sorotan

Novak Djokovic (Foto: Nine)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Langkah Novak Djokovic di US Open 2026 berakhir jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Petenis Serbia itu harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan Mariano Navone dalam duel lima set di Stadion Arthur Ashe, Minggu (30/8/2026).
Djokovic menyerah dengan skor 6-7(5), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6 setelah bertarung selama 4 jam 36 menit. Kekalahan tersebut menjadi catatan buruk tersendiri karena untuk pertama kalinya dalam 20 penampilannya di US Open, Djokovic gagal melewati pertandingan pembuka.
Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi perhatian. Kondisi fisik Djokovic sepanjang laga turut menyita perhatian.
Sempat Unggul, Djokovic Kehilangan Kendali
Djokovic mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan. Ia mampu mendapatkan break lebih awal dan sempat memimpin 4-1 atas Navone.
Situasi berubah ketika petenis Argentina tersebut mulai menemukan ritme permainan. Navone mampu mengejar ketertinggalan dan memaksakan tiebreak sebelum akhirnya merebut set pembuka.
Gangguan fisik Djokovic semakin terlihat setelah beberapa game. Ia tampak mengonsumsi obat ketika rasa tidak nyaman mulai mengganggu penampilannya.
Meski demikian, Djokovic menunjukkan mental juaranya. Ia berhasil memenangkan set kedua dan kemudian membalikkan keadaan dengan merebut set ketiga.
Sayangnya, kondisi tubuhnya terus menurun. Dua set terakhir menjadi sangat berat bagi Djokovic yang kesulitan mempertahankan intensitas permainan.
Djokovic Sempat Muntah dan Mengalami Kram
Sepanjang pertandingan, Djokovic beberapa kali terlihat muntah. Masalah tersebut kemudian diikuti rasa lemas, kram, serta nyeri di sejumlah bagian tubuh.
Pada set kelima, situasinya semakin sulit. Djokovic terlihat berjuang keras untuk melanjutkan pertandingan, bahkan emosinya pecah ketika kondisi fisiknya semakin tidak memungkinkan untuk tampil optimal.
Navone memanfaatkan situasi tersebut dengan sangat baik. Petenis Argentina berusia 25 tahun itu tampil lebih konsisten hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan pada set penentuan.
"Saya Membenci Setiap Momen di Lapangan"
Usai pertandingan, Djokovic tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia mengakui bahwa pertandingan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling tidak menyenangkan yang dirasakannya di lapangan tenis.
Menurut Djokovic, gangguan seperti mual dan muntah bukan sesuatu yang baru terjadi di US Open. Masalah serupa disebutnya sudah muncul dalam sejumlah pertandingan sepanjang musim ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah kondisi fisiknya memburuk, tubuhnya mulai terasa lemas dan mengalami kram serta nyeri. Pada akhirnya, masalah di bagian punggung dan bahu membuatnya semakin kesulitan menyelesaikan pertandingan.
Pengakuan tersebut memberikan gambaran bahwa kekalahan Djokovic bukan sekadar persoalan performa. Kondisi fisik menjadi faktor besar yang membuatnya kehilangan kendali setelah sempat unggul dua set berbanding satu.
Musim Djokovic 2026 Mulai Dipenuhi Tantangan
US Open 2026 merupakan turnamen ketujuh yang dimainkan Djokovic musim ini. Rekornya di ajang Grand Slam masih menunjukkan bahwa ia tetap mampu bersaing di level tertinggi, tetapi konsistensinya mulai menjadi pertanyaan.
Di Australian Open, Djokovic berhasil mencapai final. Ia kemudian melangkah hingga babak ketiga Roland-Garros dan semifinal Wimbledon.
Namun, hasilnya di beberapa turnamen lain tidak terlalu menggembirakan. Djokovic tersingkir lebih awal di Indian Wells, Roma, dan Cincinnati.
Masalah fisik juga sempat muncul ketika Djokovic tampil di Cincinnati. Dalam pertandingan melawan Thiago AgustÃn Tirante, kondisi panas dan kelembapan disebut turut membuat perjuangannya semakin berat.
Kekalahan dari Navone kini menambah catatan sulit Djokovic pada musim 2026. Dengan usia yang telah menginjak 39 tahun, pertanyaan mengenai kondisi fisik dan kemampuannya menjaga performa dalam pertandingan panjang kembali mencuat.
Meski demikian, perjalanan Djokovic di dunia tenis belum tentu berhenti di sini. Justru setelah kekalahan mengejutkan di New York, perhatian kini tertuju pada bagaimana sang juara Grand Slam tersebut merespons persoalan fisik yang terus berulang sepanjang musim.






















