Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
KULINER

Ayam Penyet Cabe Ijo Indonesia Ternyata Disukai Orang Thailand, Ini Alasannya

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 21.54 WIB
ayam_penyet_cabe_ijo_indonesia_ternyata_disukai_orang_thailand_ini_alasannya

Ayam Penyet Cabe Ijo. (foto:gofood/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (4/9/2026) — Ayam penyet cabe ijo Indonesia mulai mencuri perhatian di Thailand. Hidangan ayam goreng berbumbu dengan sambal hijau ini mulai dijajakan di sejumlah kawasan kuliner Bangkok. Apa yang membuat warga Negeri Gajah Putih menyukainya?

Ayam penyet dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang mengandalkan perpaduan ayam goreng berbumbu, nasi, lalapan, dan sambal. Kini, popularitasnya mulai merambah Thailand, terutama melalui ayam penyet cabe ijo.

Laporan detikFood pada akhir Agustus 2026 menyebut ayam penyet cabe ijo mulai menjadi tren di Bangkok. Sejumlah pedagang bahkan telah menawarkan menu tersebut dengan harga sekitar 139-200 baht per porsi, lengkap dengan nasi, lalapan, kerupuk, dan sambal hijau.

Fenomena ini menarik karena ayam penyet membawa cita rasa Indonesia yang cukup kuat, tetapi memiliki sejumlah karakter yang berpotensi mudah diterima lidah masyarakat Thailand.

Kenapa Ayam Penyet Cabe Ijo Disukai Orang Thailand?

Salah satu daya tarik utamanya adalah rasa pedas.

Masyarakat Thailand sudah akrab dengan berbagai hidangan bercita rasa pedas. Karena itu, sensasi pedas dari sambal Indonesia bukan sesuatu yang terlalu asing.

Namun, sambal cabe ijo menawarkan karakter berbeda. Karakter pedas dan aroma segar sambal hijau berpotensi cocok dengan ayam goreng berbumbu.

Selain sambal, ayam penyet juga memiliki rasa gurih dan aroma rempah dari proses pengungkepan sebelum digoreng. Ketika ayam kemudian dipenyet, sambal dapat berpadu lebih kuat dengan daging ayam.

Kombinasi gurih, pedas, segar, dan renyah inilah yang membuat ayam penyet cabe ijo punya daya tarik tersendiri.

Ayam Penyet vs Ayam Geprek, Apa Bedanya?

Sekilas, ayam penyet dan ayam geprek memang terlihat serupa karena sama-sama menyandingkan ayam dengan sambal. Namun, keduanya memiliki karakter berbeda.

Ayam penyet umumnya menggunakan ayam yang telah diungkep dengan bumbu sebelum digoreng. Ayam kemudian dipenyet menggunakan ulekan dan disajikan bersama sambal serta lalapan.

Sementara ayam geprek lebih identik dengan ayam goreng berbalut tepung yang digeprek bersama sambal. Tekstur crispy menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Perbedaan tersebut membuat ayam penyet lebih menonjolkan rasa ayam berbumbu dan sambal, sedangkan ayam geprek menawarkan perpaduan ayam crispy dan sambal.

Dari Bangkok, Kuliner Indonesia Berpeluang Makin Dikenal

Kemunculan ayam penyet cabe ijo di Bangkok juga menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar Asia Tenggara.

Kuncinya adalah menemukan titik temu antara cita rasa asli Indonesia dan selera masyarakat setempat. Ayam penyet tidak perlu kehilangan identitasnya untuk diterima di negara lain.

Ayam, nasi, sambal, dan lalapan tetap menjadi elemen utama. Adaptasi dapat dilakukan pada tingkat kepedasan, porsi, harga, maupun cara penyajian.

Ayam penyet sendiri bukan kuliner Indonesia yang sepenuhnya baru bagi masyarakat luar negeri. Hidangan ini telah dikenal di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Kini, Thailand menjadi pasar lain yang menarik untuk diamati.

Setelah Ayam Penyet, Apa Kuliner Indonesia Berikutnya?

Tren ayam penyet cabe ijo di Bangkok juga memunculkan pertanyaan tentang kuliner Indonesia lain yang berpotensi mengikuti jejaknya.

Indonesia memiliki banyak hidangan yang kuat secara rasa dan mudah dikembangkan, mulai dari rendang, nasi goreng, sate, gado-gado hingga aneka sambal.

Meski belum tepat menyebut ayam penyet cabe ijo telah populer di seluruh Thailand, kemunculannya di sejumlah titik kuliner Bangkok menjadi sinyal menarik.

Bagi kuliner Indonesia, satu porsi ayam penyet mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika sambal, ayam berbumbu, nasi, dan lalapan mulai diterima di negeri tetangga, hidangan ini menunjukkan bahwa cita rasa Indonesia punya peluang besar untuk terus menyeberang ke pasar Asia.

(detik/rri/kompas/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN