Friday, September 4, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ibu Siswi SMP di Dairi Cabut Laporan Dugaan Pelecehan, Sebut Informasi Hoaks

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 20.32 WIB
ibu_siswi_smp_di_dairi_cabut_laporan_dugaan_pelecehan_sebut_informasi_hoaks

Screenshot rekaman vidio saat Bunga bercerita dihadapan kedua orang tuanya dan sejumlah guru di sekolah.(Foto:dokumen SS/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID (4/9/2026) - Berita dugaan pelecehan terhadap seorang siswi kelas VIII SMP berusia 15 tahun yang sempat dibawa keluarganya ke Polres Dairi untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya diklaim informasi bohong atau hoaks.

Klaim informasi hoaks itu langsung dilontarkan berinisial KJS, ibu kandung siswi SMP dimaksud melalui surat pernyataan pencabutan laporan pengaduan yang dibuat dan ditandatangani serta bermeterai Rp10.000 oleh KJS dan siswi tersebut pada tanggal 2 September 2026, yang beredar hingga sampai kepada Mistar, Jumat (4/9/2026).

Dalam surat pernyataan itu, saya KJS menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa informasi berita di medsos yang menyatakan telah terjadi dugaan pelecehan seksual terhadap anak kami, sebut saja namanya Bunga red, yang diduga dilakukan oleh bapak tuanya adalah tidak benar atau hoaks.

Fakta yang terjadi sebenarnya, Bunga pernah mengalami bullying fisik oleh teman-teman sekelasnya saat sekolah di Kabupaten Samosir, sehingga Bunga tidak mau lagi sekolah, kemudian bapak tuanya membawa Bunga ke Kabupaten Dairi untuk melanjutkan sekolah.

Setelah Bunga masuk sekolah di salah satu SMP swasta di Dairi, dan menjalani beberapa bulan. Bunga meminta pulang ke Samosir dan memilih berhenti sekolah. Kemudian Bunga membuat alasan dilecehkan bapak tuanya supaya niat dirinya pulang ke Samosir tercapai.

Bunga juga turut membuat surat pernyataan permohonan maaf kepada bapak tuanya, atas dirinya Bunga red, telah mengatakan dan menyampaikan kepada sejumlah guru di sekolahnya, bahwa dirinya dilecehkan bapak tuanya, yang dia klaim hal itu alasan dirinya supaya bisa kembali ke kampung halamannya dan dijemput orang tuanya karena dia tidak mau pisah dari kedua orang tuanya. Jadi apa yang saya katakan sama guru itu, semua tidak benar, dan pernyataan saya ini tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Demikian surat pernyataan KJS dan Bunga tertanggal 2 September 2026.

Sekaitan beredarnya surat pernyataan KJS dan Bunga yang mengklaim berita di medsos tersebut adalah hoaks. Rekaman video saat Bunga menceritakan kejadian dugaan pelecehan terhadap dirinya, di hadapan kedua orang tuanya dan sejumlah guru serta teman sekolahnya yang berlangsung di SMP swasta tempat Bunga bersekolah, Minggu (30/8/2026) juga telah beredar di media sosial dan sampai kepada Mistar, Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya diberitakan Mistar. Seorang siswi kelas VIII SMP berusia 15 tahun dibawa keluarganya ke Polres Dairi untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Informasi tersebut diketahui pihak sekolah setelah korban terlihat murung dan lebih banyak menyendiri.

Kepada guru wali kelasnya, korban menceritakan terduga pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya adalah abang kandung ayahnya atau bapak tuanya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, guru wali kelas bersama pihak sekolah memberitahu kepada keluarga korban yang berdomisili di Kabupaten Samosir.

Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan menyebutkan saat ini kasus masih dalam proses pemeriksaan visum et repertum (VER) terhadap korban.

"Sudah masuk laporannya, nanti dikabari ya. Hari ini ke rumah sakit dulu mengambil hasil VER. Semalam kan libur dokternya karena Minggu. Jadi VER dulu, supaya bisa pasalnya diterapkan, apakah dugaan kasus pemerkosaan atau pelecehan," kata Syahril saat dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp, Senin (31/8/2026).

Di kesempatan lain, perwakilan RSUD Sidikalang membenarkan ada anak 15 tahun yang didampingi keluarga dan polisi menjalani VER terkait dugaan kasus pemerkosaan. Namun, pemeriksaan kemudian direncanakan ulang pada Senin (31/8/2026).

"Namun dari pukul 09.00 sampai saat ini, pasien tersebut tidak kunjung datang. Sudah dikonfirmasi ke bagian VK dan Poli, pasien tersebut tidak ada datang," kata sumber tersebut.

Sementara itu, ibu kandung Bunga berinisial KJS membantah keterangan yang sebelumnya disampaikan kepada guru, pihak sekolah, dan keluarga. Ia menyebut informasi mengenai dugaan kekerasan seksual tersebut tidak sesuai dengan pengakuan korban saat ini.

"Hoaksnya itu, Amang. Pengakuan anak saya saat ini tidak seperti diceritakan sebelumnya," kata KJS saat dikonfirmasi Mistar.

KJS mengakui bahwa dirinya bersama keluarga, korban, dan dua guru sempat mendatangi Polres Dairi. Namun, menurutnya, laporan tersebut belum dapat dilanjutkan karena harus didukung pemeriksaan VER di RSUD Sidikalang.

Karena dokter tidak ada kemarin, pemeriksaan direncanakan dilakukan hari ini. Tapi, keluarga sepakat membawa Bunga kembali ke Samosir dan tidak melanjutkan proses tersebut.

"Kami sepakat membawa anak kami pulang ke Samosir dan tidak jadi melapor. Anak kami tidak lagi sekolah di Dairi," kata KJS.

Sebelumnya, pihak sekolah menerangkan bahwa Bunga merupakan siswi pindahan dari Samosir pada tahun ajaran 2025/2026. Saat pertama masuk, Bunga disebut terlihat ceria dan tinggal di rumah bapak tuanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN