Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bigman Luruskan Isu Penguasaan Alsintan, Tegaskan untuk Kepentingan Petani Toba

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 20.09 WIB
bigman_luruskan_isu_penguasaan_alsintan_tegaskan_untuk_kepentingan_petani_toba_

Penyerahan bantuan alsintan di Kabupaten Toba pada November 2025. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (4/9/2026) – Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Toba menjadi sorotan warga.

Sejumlah pihak menyebut bantuan tersebut diintervensi oleh anggota DPRD Kabupaten Toba, Bigman Butarbutar.

Menanggapi hal itu, Bigman yang juga menjabat Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Toba meluruskan. Ia menegaskan tidak menguasai bantuan hibah tersebut.

"Saya hanya bertanggung jawab memastikan bantuan alsintan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Toba," kata Bigman, Sabtu (5/9/2026).

Bigman menjelaskan, TMI Kabupaten Toba membina sekitar 80 kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan.

Sebagai ketua, ia memiliki tanggung jawab melobi kementerian agar kelompok binaannya mendapat bantuan.

"Syukur pada November 2025 bantuan hibah turun. Ini bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja," ujar politikus Partai Gerindra itu.

Karena bantuan itu diperjuangkan TMI, maka pemanfaatan dan perawatannya harus dikelola dengan manajemen yang baik.

Ia mengaku memantau dan mengoordinasikan agar alsintan tepat sasaran dan bisa dipakai semua petani, bukan hanya kelompok penerima.

Atur Sewa dan Fasilitas di UluanBigman merinci, biaya sewa alsintan jenis combine harvester ditetapkan 7-8 persen dari hasil panen.

Rinciannya: 1,5% untuk bahan bakar, 2,5% untuk upah operator, 1,5% untuk langsir padi, 1% untuk pemeliharaan, dan 0,5% untuk mobilisasi.

"Siapa saja petani yang memakai wajib menyediakan konsumsi pekerja. Tujuannya agar dana perawatan terpenuhi dan alat bisa dipakai lebih lama," jelasnya.

Khusus di Kecamatan Uluan, ia menyediakan satu gudang penyimpanan dan truk pengangkut. Langkah ini dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga alsintan dari kerusakan dan kehilangan.

Bigman berharap alsintan ini mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan hasil pertanian. Dengan begitu, pertanggungjawaban ke pusat bisa menjadi dasar pengajuan bantuan lebih besar ke depan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian, Pembina TMI Pusat Sudaryono, Ketua TMI Pusat Don Muzakir, dan DPW Sumut Gusmiadi atas penyaluran bantuan pra dan pasca panen padi.

"Petani Toba masih butuh lebih banyak alsintan. Hampir 90 persen warga kami hidup dari pertanian. Semoga pemerintah pusat memberi perhatian khusus," pungkasnya.(hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN