Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Malam Pesona Budaya Batu Bara di PRSU 2026 Tampilkan Seni Tradisional dan Artis Viral, Ribuan Pengunjung Terpukau

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 11.09 WIB
malam_pesona_budaya_batu_bara_di_prsu_2026_tampilkan_seni_tradisional_dan_artis_viral_ribuan_pengunjung_terpukau

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian disambut hangat pengunjung panggung malam pesona Kabupaten Batu Bara di PRSU. (foto:diskominfo batu bara/mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID (22/7/2026) – Ribuan pengunjung antusias memadati panggung Malam Pesona Budaya Batu Bara pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026 di Medan, Selasa (21/7/2026) malam.

Sebagaimana dikutip dari website Diskominfo Batu Bara, ditampilkan berbagai sajian seni tradisional yang sarat nilai budaya, mulai dari tari persembahan Melayu, atraksi debus, hingga tari kreasi multietnis.

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian beserta istri, Wakil Bupati Syafrizal beserta istri, serta unsur Forkopimda dan jajaran OPD Pemkab Batu Bara terlihat larut berbaur bersama ribuan pengunjung.

Penampilan Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara diawali dengan tari persembahan Melayu, dilanjutkan penampilan kesenian debus dari Nibung Hangus.

Seni debus ini merupakan salah satu ikon kebudayaan khas Melayu yang paling menyita perhatian. Seni ini memadukan keahlian fisik, olah batin, dan kepiawaian menantang bahaya.

Pengunjung terlihat menahan napas saat atraksi debus menampilkan aksi melukai diri menggunakan pisau, makan kaca, jarum, hingga atraksi api tanpa terluka.

Namun, di balik ketegangannya, debus bukanlah sekadar pertunjukan sensasional. Debus mengandung nilai-nilai historis, spiritual, dan filosofis yang sangat mendalam bagi identitas Melayu dan bangsa.

Usai atraksi debus, penonton dibuat rileks dengan persembahan Tari Putri Betenun yang mengisahkan tradisi menenun kain.

Melalui tarian ini digambarkan kelincahan, ketekunan, dan keceriaan para gadis dalam memintal serta menenun benang hingga menjadi selembar kain songket yang indah.

Kain songket itu sendiri memiliki sejarah panjang sejak zaman Kedatukan dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara.

Malam budaya Batu Bara semakin semarak dengan penampilan tari kreasi multietnis yang menampilkan gerakan dinamis mewakili filosofi masing-masing suku.

Seluruh penari yang mewakili 13 etnis di Kabupaten Batu Bara mengenakan pakaian adat lengkap sesuai etnis masing-masing. Penampilan tari kreasi multietnis ini mengisyaratkan kehidupan yang damai dengan toleransi yang sangat tinggi antarmasyarakat di Kabupaten Batu Bara.

Setelah menampilkan berbagai seni budaya, Malam Pesona Kabupaten Batu Bara diakhiri dengan penampilan enerjik dan meriah dari artis viral asal Batu Bara, Rahman. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN