Friday, August 28, 2026
home_banner_first
MEDAN

Gebyar Peserta Didik Kursus Medan Diikuti 600 Peserta, Kategori Lomba Disorot

Mistar.idJumat, 28 Agustus 2026 pukul 16.04 WIB
gebyar_peserta_didik_kursus_medan_diikuti_600_peserta_kategori_lomba_disorot

Foto bersama para pemenang kategori. (foto:Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (28/8/2026) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kota Medan menggelar Gebyar Peserta Didik Kursus Tahun 2026 di Hotel Grand Kanaya Medan.

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Medan, Ismail Marzuki, mengatakan bahwa gebyar yang ditujukan bagi peserta didik lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk menunjukkan performanya sesuai dengan program yang diterima lewat pelatihan-pelatihan.

“Oleh sebab itu, di saat mereka mendapatkan pembelajaran mulai dari 200 sampai 250 jam pembelajaran, mereka dicoba untuk menunjukkan hasilnya di depan umum, agar dapat dievaluasi sejauh mana mereka sudah memberikan yang terbaik setelah mendapatkan pembelajaran,” katanya kepada Mistar, Jumat (28/8/2026).

Marzuki mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan kegiatan tahunan ini agar menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kebolehannya. Dalam gebyar ini, ada lima kategori lomba yang dilakukan, di antaranya tata busana, desain grafis, tata boga, tata kecantikan kulit dan rambut, dan tata rias pengantin yang diikuti sebanyak 600 peserta se-Kota Medan.

Tahun ini, Disdikbud Kota Medan mengangkat tema merah putih, sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Marzuki berharap, LKP maupun lembaga kursus lainnya tidak menjadi pelarian, tetapi menjadi pilihan bagi anak-anak yang tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan formal, termasuk perkuliahan S1, S2, dan S3.

“Maka di sini mereka dididik untuk life skill supaya bisa bertahan hidup, supaya bisa menghasilkan, bahkan supaya bisa menjadi penopang kehidupannya di kemudian hari,” ucapnya.

Sementara itu, PIC Bidang Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Adellaila Nasution, menyebutkan bahwa dalam bidang tersebut ada sebanyak 200 peserta dari 20 LKP se-Kota Medan. Ia sendiri juga turut membawa model dan peserta dari LKP-nya masing-masing 10 orang.

Pemilik LKP Riski Ananda itu mengatakan bahwa ada perbedaan besar pada gebyar tahun ini dengan tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya kategori kulit dan rambut dibedakan, tahun ini justru digabung.

Hal ini dinilai mempersempit kesempatan para peserta didik untuk meraih prestasi di bidangnya masing-masing. “Harapannya tetap sama lah seperti tahun lalu. Karena itu juga menjadi penyemangat bagi para peserta. Mereka bagus-bagus semua hasilnya, tapi juaranya kan jadi sedikit. Kalau terbagi kategorinya pasti lebih banyak juga pemenangnya,” kata wanita lulusan advokat itu menambahkan.

Hal serupa juga disampaikan oleh pemilik LKP Jihan, Jihan Fadilla Rinaldy. Ia berharap ke depannya Disdikbud Kota Medan dapat menambah kategori-kategori lomba, sehingga memperluas kesempatan, terutama bagi peserta didik yang baru terjun di dunia kecantikan maupun LKP.

“Mungkin kalau misalnya kategorinya banyak, walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, tidak apa menurut saya. Karena kalau kategorinya banyak, peluang menangnya juga jadi lebih banyak,” tuturnya.

Jihan menambahkan, bagi peserta didik baru, nilai dan juara bukan menjadi tujuan utama. Namun, unjuk kebolehan dan kemampuannya selama belajar di LKP menjadi salah satu target terbesar.

“Jadi kalau bisa lombanya jangan dikurangi, tetapi diperbanyak. Peserta pemula pasti lebih semangat dan antusias untuk mengikuti lomba-lomba yang ada,” ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN