Friday, August 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pemerintah Tawarkan Insentif 300 Persen untuk Riset dan Pengembangan di Indonesia

Mistar.idJumat, 28 Agustus 2026 pukul 17.07 WIB
pemerintah_tawarkan_insentif_300_persen_untuk_riset_dan_pengembangan_di_indonesia_

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani. (foto: antara/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pemerintah menawarkan insentif hingga 300% bagi perusahaan yang bersedia mengembangkan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi untuk menarik investasi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ekosistem riset nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani, mengatakan insentif tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap perusahaan yang menempatkan kegiatan R&D di Indonesia.

“Jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan di Indonesia, kami bisa memberikan insentif hingga 300 persen,” ujar Rosan dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Selain kegiatan riset, pemerintah juga menyiapkan insentif hingga 200% bagi perusahaan yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pelatihan dan pendidikan. “Jika perusahaan memberikan banyak fokus pada pelatihan dan pendidikan, pemerintah kami juga akan memberikan insentif hingga 200 persen,” katanya.

Rosan menjelaskan, pemberian insentif tersebut merupakan langkah afirmatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan di dalam negeri.

Menurutnya, peluang investasi di Indonesia ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada hilirisasi mineral dan pengolahan komoditas. Pemerintah juga membuka peluang yang lebih luas pada sektor infrastruktur digital, teknologi, inovasi, serta berbagai industri yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masa depan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah ekonomi digital. Rosan memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia dapat mencapai US$360 miliar pada 2030.

Jakarta, lanjutnya, juga memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pengembangan data center di Indonesia. Karena itu, pemerintah ingin mendorong pembangunan infrastruktur digital generasi berikutnya yang mampu mendukung kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Kami ingin infrastruktur generasi berikutnya yang siap untuk AI dibangun di sini,” ujarnya.

Rosan menilai pengembangan infrastruktur digital tersebut turut didukung potensi energi terbarukan Indonesia yang sangat besar.

Mengacu pada data Kementerian ESDM yang disampaikannya, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.600 gigawatt (GW). Namun, kapasitas energi terbarukan yang telah terpasang saat ini baru sekitar 15,1 GW.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN