Update Banjir Nepal-Tibet: 489 Tewas, 558 Hilang

Kawasan terdampak banjir di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. (foto: Sulav Shrestha/Xinhua via AP)
Kathmandu, MISTAR.ID - Korban tewas akibat banjir bandang di Nepal bertambah menjadi 489 orang, Jumat (28/8/2026). Di wilayah Tibet, China, lima orang tewas dan 558 lainnya masih hilang dalam bencana yang melanda kawasan perbatasan kedua negara. Data terbaru tersebut juga dilaporkan Reuters.
Tim penyelamat masih menyisir kawasan terdampak untuk mencari korban. Medan pegunungan, kerusakan jalan dan tebalnya endapan lumpur membuat sejumlah lokasi sulit dijangkau.
Upaya pencarian di kawasan perbatasan sempat dihentikan setelah sebuah danau yang terbentuk akibat timbunan material longsoran mulai meluap. Kondisi itu memicu kekhawatiran akan banjir susulan dan membuat petugas serta warga di daerah rawan diminta menuju tempat yang lebih tinggi.
Volume air di danau tersebut telah melampaui 2,5 juta meter kubik. Air kemudian mengalir ke Sungai Bhotekoshi di Nepal sehingga otoritas meningkatkan pemantauan terhadap kawasan hilir.
Operasi penyelamatan kembali dilakukan setelah ancaman dinilai lebih terkendali. Namun, kewaspadaan tetap diberlakukan karena kondisi lereng dan aliran sungai masih berisiko memicu longsor maupun banjir baru.
Di Tibet, perhatian tim penyelamat difokuskan ke Kabupaten Gyirong yang termasuk kawasan paling parah terdampak. Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan peningkatan operasi pencarian serta pemantauan terhadap gletser, longsor dan danau yang terbentuk akibat timbunan material.
Bencana bermula setelah runtuhan gletser di Himalaya melepaskan material es dan batu ke aliran sungai. Arus kemudian berkembang menjadi banjir bandang yang membawa lumpur dan puing, menghantam permukiman serta merusak jalan, jembatan dan fasilitas pembangkit listrik di sepanjang kawasan perbatasan Nepal-China.
Operasi pencarian masih berlanjut, sementara otoritas kedua negara terus mengawasi kemungkinan bencana susulan di kawasan pegunungan tersebut. (*/BBC)
PREVIOUS ARTICLE
Ratko Mladic Meninggal, Jurnalis BBC Kenang Luka Perang Bosnia





















