Hampir 100 Warga Hilang! PM China Li Qiang Turun ke Lokasi Banjir Tibet

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026.(Foto Antara)
Beijing, MISTAR.ID (27/8/2026) – Perdana Menteri China, Li Qiang, turun langsung ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor lumpur di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet, Kamis (27/8/2026).
Kedatangan Li Qiang merupakan penugasan langsung dari Presiden Xi Jinping untuk memimpin penanganan darurat bencana di perbatasan China-Nepal.
Banjir bandang dahsyat menghantam wilayah tersebut pada Rabu (26/8/2026) pukul 10.30 waktu setempat. Bencana itu memicu longsor lumpur berskala besar.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan hampir 100 warga negara China dilaporkan hilang di wilayah terdampak di Nepal.
"Di wilayah bencana di Nepal, hampir 100 warga negara China dilaporkan hilang. Kedutaan Besar China di Nepal saat ini sedang melakukan verifikasi lebih lanjut bersama pemerintah Nepal," kata Juru Bicara Kemenlu China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (27/8/2026).
Lin Jian menambahkan, dalam operasi penyelamatan, pemerintah China tidak membedakan warga negara China dan warga negara asing.
Berdasarkan data kepolisian Nepal, jumlah korban tewas akibat banjir bandang hingga Kamis pukul 13.30 waktu setempat telah mencapai 270 orang.
"Menurut informasi awal, ada turis dan peziarah di antara mereka yang belum diketahui identitasnya. Verifikasi masih berlangsung karena kondisi di lapangan," ujar Lin Jian.
Pemerintah China juga menyampaikan simpati mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Nepal yang terdampak. Imbauan Kedubes ChinaKedutaan Besar China di Nepal telah mengeluarkan imbauan konsuler.
"Kami mengingatkan warga negara China di wilayah tersebut agar segera mengungsi ke tempat aman dan mewaspadai bencana susulan. Jika membutuhkan bantuan, segera hubungi Kedutaan Besar China di Nepal," tegas Lin Jian.
PM Li Qiang dijadwalkan meninjau lokasi pengungsian, bertemu petugas penyelamat, dan mengarahkan distribusi bantuan bagi warga terdampak. (Antara/hm02)























