Sunday, August 30, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hadapi Era AI, Pemerintah Gelar Pelatihan Besar-besaran untuk Lulusan Baru dan Korban PHK

Mistar.idMinggu, 30 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB
hadapi_era_ai_pemerintah_gelar_pelatihan_besarbesaran_untuk_lulusan_baru_dan_korban_phk_

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.(Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (30/8/2026) – Pemerintah menyiapkan paket besar pelatihan kerja untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM).

Sasarannya mulai dari lulusan baru atau fresh graduate, lulusan SMK, hingga pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Program ini dirancang agar tenaga kerja Indonesia siap menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penguatan SDM menjadi kunci menjaga daya saing ekonomi nasional.

"Presiden mendorong penguatan SDM. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi juga terjaga di 2,8 persen," ujar Airlangga di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Salah satu program unggulan adalah pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu fresh graduate. Selama enam bulan, peserta akan mendapat pengalaman kerja di industri dengan upah yang ditanggung pemerintah.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,14 triliun. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar lebih siap masuk ke dunia kerja. Untuk program ini, anggaran sebesar Rp2,12 triliun telah dialokasikan.

Pemerintah tidak melupakan pekerja yang kehilangan pekerjaan. Program retraining atau pelatihan ulang disiapkan agar mereka bisa kembali bekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Penguatan SDM ini juga menyasar sektor masa depan. Seiring berkembangnya kecerdasan artifisial (AI) yang disebut Airlangga sebagai "game changer" industri, pemerintah mulai membangun kapasitas di bidang semikonduktor.

Melalui kerja sama dengan Arm Limited, Indonesia menargetkan 15 ribu peserta mengikuti pelatihan desain semikonduktor.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan penguatan SDM harus dilakukan berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan industri.

"Perguruan tinggi tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja yang terus berkembang," ujar Haryo.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN