Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Ditembak Resmob, Rekannya Masih Diburu

Pelaku dikawal Kanit Resmob, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, usai menjalani perawatan. (Foto: Dok. Resmob/MISTAR)
Medan, MISTAR.ID (30/8/2026) – Tim Resmob Polrestabes Medan kembali mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Seorang pelaku berinisial M Satria Bate'e ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya. Pelaku merupakan spesialis curanmor yang beraksi di wilayah lintas provinsi Medan - Aceh.
Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengatakan pihaknya sedikitnya memiliki dua laporan polisi terkait aksi pelaku berusia 25 tahun itu.
Kedua kasus terjadi di wilayah hukum Polsek Helvetia dan Polsek Patumbak. Aksi pelaku juga terekam kamera CCTV dan sempat viral di media sosial.
Aksi pertama dilakukan Satria di Rukam Thirstea Cafe, Jalan Garu I, pada Senin (18/5/2026). Saat itu ia membawa kabur sepeda motor Honda Vario BK 4424 AJK milik Wawan Setiawan, 45.
Korban baru menyadari kendaraannya hilang setelah menekan remote dan tidak ada respons. Setelah dicek ke parkiran, sepeda motornya sudah tidak ada.
Aksi kedua dilakukan di Cafe Magi, Jalan Amal Luhur, Dwikora, Medan Helvetia, pada Senin (15/6/2026).
Di lokasi itu, Satria menggasak sepeda motor Honda Scoopy BK 5561 AKW milik Titin Handayani Simarmata.
"Pelaku beraksi di Jalan Amal Luhur dan di Garu I. Kedua lokasi tersebut merupakan kafe. Pelaku memanfaatkan situasi saat korban berada di dalam kafe dan sepeda motor tidak dikunci ganda," ujar Bimo, Minggu (30/8/2026).
Ditangkap dan DilumpuhkanBerdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi Satria sebagai pelaku.
Pria yang merupakan residivis itu akhirnya ditangkap di Jalan Pasar IV, Sei Mencirim, pada Sabtu (29/8/2026).
"Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya. Namun saat dilakukan pengembangan, pelaku berupaya melarikan diri dan melakukan perlawanan. Kami memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kakinya," kata Bimo.
Dari hasil interogasi, Satria mengaku beraksi bersama rekannya berinisial T. Satria berperan sebagai eksekutor, sementara T bertugas sebagai joki dan pemantau situasi.
"Saat ini kami masih memburu T. Mereka tidak hanya beraksi di Medan, tetapi juga sampai ke Aceh," ujar Bimo. (putra/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Kematian Panda Saragih Diduga Dianiaya Security Kebun Sibulan Estate Sergai Belum Terungkap





















