Shirakawa-go di Jepang Punya Sistem Canggih untuk Cegah Kebakaran

Shirakawa-go di Jepang. (Foto: Machiya Inn Japan)
Shirakawa, MISTAR.ID – Jepang memiliki desa tradisional bersejarah yang dilengkapi sistem pencegahan kebakaran modern. Desa tersebut bernama Shirakawa-go, yang berada di pegunungan Prefektur Gifu.
Rumah-rumah di desa itu memiliki atap jerami sehingga membutuhkan sistem pemadam otomatis untuk melindungi bangunan dari kerusakan akibat kebakaran.
Dilansir dari The Travel, Minggu (30/8/2026), Shirakawa-go menjadi bukti kehebatan arsitektur masyarakat Jepang. Atap jerami rumah tradisional di desa tersebut disebut gassho-zukuri, dengan bentuk menyerupai dua telapak tangan yang sedang berdoa dan memiliki kemiringan curam.
Struktur tersebut telah bertahan selama ratusan tahun dan mampu menghadapi hujan salju serta perubahan musim. Beberapa bangunan bahkan telah berdiri lebih dari 250 tahun dengan desain bertingkat.
Pada masa lalu, rumah-rumah tersebut dirancang untuk menampung keluarga besar sekaligus mendukung berbagai industri lokal, mulai dari peternakan ulat sutra hingga produksi bubuk mesiu.
Di balik tampilan kunonya, Shirakawa-go memiliki sistem pencegahan kebakaran yang canggih. Sebanyak 60 alat penyiram air atau water cannons dipasang di sejumlah titik strategis.
Alat tersebut dapat bekerja otomatis kapan saja untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke sekitar bangunan. Ketika sirene berbunyi pada pukul 08.00 waktu setempat, seluruh alat menyemburkan air secara bersamaan sehingga menciptakan panorama tersendiri.
Mekanisme tersebut membentuk perisai air untuk melindungi bangunan-bangunan berharga dari kebakaran.
Sistem tersebut terhubung langsung dengan sensor panas dan asap yang dapat aktif dalam hitungan detik setelah mendeteksi potensi kebakaran. Sumber airnya berasal dari waduk di atas wilayah Ainokura.
Selain mengandalkan teknologi, warga setempat juga rutin melakukan patroli kebakaran setiap hari. Patroli dilakukan untuk mengawasi dan mencegah perilaku yang berisiko memicu kebakaran.
Alat penyiram air juga terkadang diaktifkan lebih awal, terutama ketika atap jerami terlihat terlalu kering untuk mencegah terjadinya kebakaran.[]



















