Tuesday, August 25, 2026
home_banner_first
WISATA

Ratusan Ribu Wisatawan Ajukan Pembatalan Hotel di Jepang

Mistar.idSelasa, 25 Agustus 2026 pukul 15.04 WIB
ratusan_ribu_wisatawan_ajukan_pembatalan_hotel_di_jepang

Bendera Jepang. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Tokyo, MISTAR.ID – Gempa dahsyat mengguncang Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli dan memicu pembatalan liburan oleh ribuan wisatawan.

Menurut data Kyodo News yang dikutip Selasa (25/8/2026), sekitar 174.000 pemesanan hotel dan ryokan atau penginapan tradisional Jepang dibatalkan di enam prefektur wilayah barat daya Jepang di luar pusat gempa.

Sebagian besar pembatalan diduga dipicu kekhawatiran terhadap gangguan transportasi dan gempa susulan.

Pembatalan juga meningkat di wilayah Kumamoto yang berada di luar zona bencana, termasuk kawasan wisata populer Aso.

Pemerintah berencana meluncurkan program subsidi biaya akomodasi dan perjalanan wisata di tujuh prefektur Kyushu sebagai bagian dari paket bantuan yang akan difinalisasi akhir bulan ini.

Total nilai pemesanan yang dibatalkan mencapai sekitar 670 juta yen atau Rp74 miliar. Angka tersebut tidak termasuk Miyazaki dan Kagoshima karena kedua wilayah tidak memberikan data nilai pembatalan.

Hingga 6 Agustus 2026, Kumamoto mencatat 146.470 pembatalan dengan nilai sekitar 2,06 miliar yen atau Rp229 miliar.

Data tersebut diserahkan pihak prefektur berdasarkan laporan asosiasi hotel dan ryokan setempat. Sementara itu, Kagoshima memberikan data berdasarkan survei mandiri kepada Kyodo News.

Kagoshima mencatat pembatalan terbanyak, yakni 111.749 kasus hingga 7 Agustus. Kondisi tersebut sebagian dipicu gangguan Jalan Tol Kyushu dan layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen yang menghubungkan Kumamoto dan Kagoshima.

Paket perjalanan yang mencakup Kumamoto dan Kagoshima juga diduga turut menyebabkan pembatalan di Kagoshima, meski kerusakan di wilayah tersebut relatif minim.

Fukuoka mencatat pembatalan terbanyak kedua dengan sekitar 28.000 kasus, disusul Nagasaki 14.259, Miyazaki 11.357, Oita 7.810, dan Saga 1.820 pembatalan. Rata-rata pembatalan dilakukan satu hingga dua minggu setelah gempa.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 terjadi sekitar pukul 16.27 pada 28 Juli. Meski mencapai intensitas seismik "5-atas" (upper 5) dalam skala Jepang di sebagian wilayah Nagasaki dan Kagoshima, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan besar.

Sejumlah ruas Jalan Tol Kyushu ditutup selama lebih dari dua minggu, sementara layanan Jalur Shinkansen Kyushu masih dihentikan di beberapa bagian. (Kyodo News)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN