5 Rekomendasi Film untuk Ditonton Saat Maulid Nabi 2026

Ilustrasi, 5 Rekomendasi Film untuk Ditonton Saat Maulid Nabi 2026. (foto:imdb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (25/8/2026) — Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati pada Selasa, 25 Agustus 2026, dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif bersama keluarga. Salah satunya menonton film yang mengangkat nilai keislaman, sejarah, keteladanan, dan hubungan antarmanusia.
Film religi tidak selalu hadir dalam bentuk kisah dakwah. Sejumlah film justru menyampaikan pesan tentang keluarga, perjuangan, toleransi, pendidikan, hingga pencarian makna kehidupan melalui cerita yang dekat dengan penonton.
Karena itu, memilih tontonan untuk mengisi libur Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan hiburan sekaligus mengambil pelajaran dari cerita yang disajikan.
Berikut lima rekomendasi film yang dapat ditonton saat Maulid Nabi 25 Agustus 2026.
1. The Message, Menyaksikan Kisah Awal Perkembangan Islam
Bagi penonton yang ingin menyaksikan kisah sejarah awal Islam, The Message atau Al-Risalah dapat menjadi salah satu pilihan.
Film yang disutradarai Moustapha Akkad dan dirilis pada 1976 ini mengisahkan awal perkembangan Islam serta berbagai tantangan yang dihadapi umat Muslim pada masa Nabi Muhammad SAW.
Salah satu hal yang membuat film ini berbeda adalah Nabi Muhammad SAW tidak diperlihatkan secara langsung. Cerita disampaikan melalui sudut pandang para sahabat dan tokoh lain yang berada di sekitar peristiwa.
Film ini dibintangi Abdallah Gheith, Mona Wassef, Hamdy Gheith, serta sejumlah aktor internasional seperti Anthony Quinn dan Irene Papas.
Sinopsis The Message
The Message mengikuti perjalanan dakwah Islam pada masa awal, mulai dari munculnya ajaran Islam hingga berbagai tekanan yang dihadapi komunitas Muslim.
Konflik sosial dan politik, penolakan terhadap ajaran baru, serta perjuangan mempertahankan keyakinan menjadi bagian penting dalam cerita.
Film ini cocok bagi penonton yang ingin menjadikan tontonan sebagai pintu masuk untuk memahami gambaran sejarah awal perkembangan Islam.
2. Mencari Hilal, Kisah Ayah dan Anak yang Penuh Makna
Jika menginginkan film religi dengan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, Mencari Hilal bisa menjadi pilihan.
Film garapan Ismail Basbeth ini menghadirkan kisah Mahmud yang diperankan Deddy Sutomo dan putranya, Heli, yang dimainkan Oka Antara.
Cerita tidak hanya berpusat pada pencarian hilal, tetapi juga hubungan antara seorang ayah dan anak yang memiliki perbedaan pandangan.
Sinopsis Mencari Hilal
Mahmud ingin menghidupkan kembali tradisi mencari hilal yang pernah dilakukannya ketika masih belajar di pesantren.
Keinginan tersebut membawanya melakukan perjalanan bersama Heli. Namun, perjalanan itu menjadi lebih dari sekadar upaya menemukan hilal.
Keduanya harus menghadapi perbedaan pemikiran dan cara pandang terhadap agama. Perlahan, perjalanan tersebut membuka kesempatan bagi ayah dan anak untuk memahami satu sama lain.
Deddy Sutomo bahkan meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2015 berkat perannya dalam film ini.
Mencari Hilal menjadi menarik untuk ditonton saat Maulid Nabi karena mengingatkan bahwa nilai agama juga dapat tercermin dalam cara seseorang membangun hubungan dengan keluarga dan menghargai perbedaan.
3. Buya Hamka Vol. 1, Kisah Ulama dan Intelektual Indonesia
Rekomendasi berikutnya adalah Buya Hamka Vol. 1, film biografi yang mengangkat perjalanan hidup Buya Hamka.
Sosok Buya Hamka dikenal bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai sastrawan, jurnalis, penulis, dan pemikir Islam yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Film ini dibintangi Vino G. Bastian sebagai Buya Hamka, bersama Laudya Cynthia Bella dan Donny Damara.
Sinopsis Buya Hamka Vol. 1
Film mengikuti perjalanan Hamka dari masa awal kehidupannya hingga berkembang menjadi tokoh agama dan intelektual.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana pendidikan, pengalaman hidup, aktivitas jurnalistik, serta perjuangan dakwah membentuk pemikiran dan kepribadiannya.
Kisah Buya Hamka juga menunjukkan bahwa menyebarkan nilai kebaikan tidak harus selalu dilakukan melalui ceramah. Tulisan, pendidikan, karya sastra, dan keteladanan juga dapat menjadi sarana menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Karena itu, Buya Hamka Vol. 1 dapat menjadi tontonan yang relevan bagi penonton yang ingin mengenal lebih jauh salah satu tokoh Islam Indonesia.
4. Sang Kiai, Keteladanan Ulama di Tengah Perjuangan
Bagi penonton yang menyukai drama sejarah, Sang Kiai merupakan salah satu film yang layak dipertimbangkan.
Film garapan Rako Prijanto ini mengambil latar masa pendudukan Jepang di Indonesia dan berfokus pada sosok KH Hasyim Asy'ari serta perjuangan para santri.
Film tersebut dibintangi Ikranagara sebagai KH Hasyim Asy'ari, bersama Christine Hakim, Agus Kuncoro, dan Adipati Dolken.
Sinopsis Sang Kiai
Cerita berlangsung ketika Jepang mulai menerapkan berbagai kebijakan yang mendapat penolakan dari masyarakat.
KH Hasyim Asy'ari kemudian menolak melakukan seikerei, yakni penghormatan kepada Kaisar Jepang, karena dianggap bertentangan dengan prinsip keyakinan Islam.
Penolakan tersebut membuatnya ditangkap. Para santri kemudian berusaha memperjuangkan kebebasan sang kiai di tengah situasi politik dan sosial yang semakin sulit.
Film ini memperlihatkan hubungan antara kehidupan pesantren, perjuangan ulama, dan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Menonton Sang Kiai saat Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk melihat bagaimana nilai keberanian, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat diterapkan dalam situasi penuh tekanan.
5. Surau dan Silek, Pilihan Tontonan Bersama Keluarga
Jika mencari film yang lebih ringan untuk ditonton bersama anak dan keluarga, Surau dan Silek dapat menjadi pilihan.
Film arahan Arief Malinmudo ini menggabungkan kisah anak-anak dengan budaya Minangkabau, pendidikan agama, persahabatan, dan seni bela diri tradisional.
Pemeran utamanya antara lain Muhammad Razi, Bintang Khairafi, dan Bima Jousant.
Sinopsis Surau dan Silek
Film berkisah tentang Adil, seorang anak yatim yang ingin menjadi anak saleh sekaligus ingin memperbaiki dirinya setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan silat.
Dalam perjalanannya, Adil bertemu dengan seorang guru yang membantunya memahami bahwa ilmu bela diri tidak semata-mata digunakan untuk memenangkan pertarungan.
Persahabatan, sportivitas, pengendalian diri, serta nilai-nilai agama menjadi bagian penting dari perjalanan para karakter.
Penggunaan latar budaya Minangkabau juga membuat Surau dan Silek memiliki keunikan tersendiri. Film ini mempertemukan unsur surau sebagai ruang pendidikan keagamaan dengan silek sebagai bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau.
Fakta Menarik dari Lima Film Pilihan
Kelima film tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam menyampaikan nilai keislaman.
The Message membawa penonton pada sejarah awal Islam. Mencari Hilal lebih menekankan hubungan keluarga dan perbedaan pandangan. Sementara Buya Hamka Vol. 1 menghadirkan kisah seorang ulama sekaligus intelektual Indonesia.
Di sisi lain, Sang Kiai memperlihatkan peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan Indonesia. Adapun Surau dan Silek menyampaikan pendidikan karakter melalui kisah anak-anak dan budaya lokal.
Perbedaan tersebut membuat kelima film tidak harus ditonton berdasarkan tema agama semata. Penonton dapat memilih film sesuai suasana dan kebutuhan.
Pilih Film Sesuai Suasana Maulid Nabi
Bagi yang ingin menyaksikan sejarah awal Islam, The Message dapat menjadi pilihan.
Jika lebih tertarik pada kisah keluarga dan perbedaan pandangan, Mencari Hilal menawarkan cerita yang lebih personal.
Sementara itu, Buya Hamka Vol. 1 cocok bagi penonton yang ingin mengenal perjalanan seorang ulama dan intelektual Indonesia.
Untuk penggemar drama sejarah dan perjuangan, Sang Kiai memberikan perspektif mengenai peran ulama dan santri dalam perjalanan bangsa.
Sedangkan Surau dan Silek dapat dipilih untuk tontonan bersama keluarga karena menghadirkan cerita anak-anak dengan pesan mengenai persahabatan, pendidikan, dan pengendalian diri.
Bukan Sekadar Hiburan
Menonton film saat Maulid Nabi pada akhirnya bukan hanya soal mengisi waktu libur.
Film yang dipilih dengan tepat dapat menjadi sarana refleksi untuk memahami kembali nilai-nilai seperti kasih sayang, kesabaran, keberanian, persaudaraan, menghormati perbedaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kelima film tersebut juga menunjukkan bahwa kisah bernuansa Islam dapat disampaikan melalui beragam pendekatan, mulai dari sejarah dan biografi hingga drama keluarga serta cerita anak.
Dengan demikian, libur Maulid Nabi 25 Agustus 2026 dapat diisi dengan tontonan yang tetap menghibur sekaligus memberikan bahan renungan bagi diri sendiri dan keluarga.
(imdb/wikipedia/antara/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Meghan Markle Bersiap Kembali Akting, Lagi Nego dengan Netflix






















