Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Purbaya Tutup Pintu Tax Amnesty, Pilih Benahi Penagihan Pajak

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 17.57 WIB
purbaya_tutup_pintu_tax_amnesty_pilih_benahi_penagihan_pajak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menerapkan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak selama dirinya menjabat. Pemerintah, menurutnya, lebih memilih membenahi sistem pengumpulan dan penagihan pajak atau tax collection.

“Saya kan pernah bilang, selama saya jadi Menteri Keuangan tidak ada tax amnesty,” kata Purbaya saat menjadi narasumber dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9/2026), dilansir Antara.

Purbaya menilai perbaikan tax collection lebih tepat dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara dibanding kembali memberikan pengampunan kepada wajib pajak.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga lebih aman bagi petugas pajak karena tidak menimbulkan persoalan pemeriksaan pada kemudian hari.

“Jadi saya pikir, risikonya di orang pajak, di bank, maka tidak usah tax amnesty. Kita rapikan saja tax collection-nya,” ujarnya.

Purbaya menegaskan hingga saat ini Kementerian Keuangan tidak memiliki rencana menerbitkan kebijakan tax amnesty sebagai upaya mendongkrak penerimaan pajak.

Ia menyoroti risiko yang dapat muncul terhadap aparat pajak setelah program pengampunan berakhir. Menurut Purbaya, transaksi dan keputusan yang telah berlangsung beberapa tahun sebelumnya masih dapat diperiksa kembali ketika data yang tersedia belum sepenuhnya jelas.

“Sampai sekarang, tidak ada rencana tax amnesty. Karena untuk saya itu merugikan orang pajak, karena itu setelah beberapa tahun masih bisa diperiksa,” katanya.

Purbaya mengatakan kondisi tersebut dapat membuat petugas pajak kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, bahkan menghadapi risiko hukum terkait kebijakan yang telah lama berlangsung.

“Beberapa tahun kemudian diperiksa dengan data yang masih tidak terlalu jelas, orang saya dipanggil, dan diperiksa, ditahan juga,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN