Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Naik 0,53 Persen dari Pembukaan, Berbalik dari Tekanan Sehari Sebelumnya

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 18.09 WIB
ihsg_naik_053_persen_dari_pembukaan_berbalik_dari_tekanan_sehari_sebelumnya

IHSG Naik 0,53 Persen dari Pembukaan, Berbalik dari Tekanan Sehari Sebelumnya

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan penguatan. Jika dihitung sejak pembukaan hingga penutupan, IHSG naik 35,06 poin atau sekitar 0,53 persen, berbalik dari perdagangan sehari sebelumnya yang turun dari posisi pembukaan hingga penutupan.

IHSG pada Kamis pagi dibuka di level 6.632,83. ANTARA mencatat indeks saat pembukaan menguat 37,05 poin atau 0,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup di posisi 6.667,89.

Dengan demikian, dari posisi pembukaan 6.632,83 hingga penutupan 6.667,89, IHSG bertambah 35,06 poin atau sekitar 0,53 persen sepanjang perdagangan Kamis.

Kondisi tersebut berkebalikan dengan perdagangan Rabu (2/9/2026). ANTARA mencatat IHSG dibuka di level 6.625,39, kemudian ditutup di posisi 6.595,78. Artinya, indeks kehilangan 29,61 poin atau sekitar 0,45 persen dari posisi pembukaan hingga penutupan.

Jika dibandingkan dengan penutupan Rabu, IHSG pada Kamis tercatat naik 72,11 poin atau 1,09 persen. Namun, jika pergerakan dihitung sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan Kamis, penguatannya mencapai sekitar 0,53 persen.

Sepanjang perdagangan Kamis, IHSG sempat mencapai level tertinggi sekitar 6.681 dan terendah 6.614. Berdasarkan data RTI yang dikutip detikFinance, nilai transaksi mencapai Rp18,55 triliun dengan 40,695 miliar saham diperdagangkan sebanyak sekitar 2,49 juta kali. Sebanyak 402 saham menguat, 213 saham melemah, dan 180 saham stagnan.

Berdasarkan laporan ANTARA, penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen domestik dan global. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan sentimen dari dalam dan luar negeri menopang penguatan IHSG.

Dari eksternal, pasar merespons laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Data ADP Employment Change turun dari 46.000 menjadi 38.000, menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS pada Agustus 2026.

Pasar juga mencermati komentar Presiden Federal Reserve New York John Williams yang mengindikasikan tidak adanya kebutuhan mendesak untuk kembali menaikkan suku bunga. Selain itu, meredanya kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan di Timur Tengah serta penurunan harga minyak turut memberikan sentimen bagi pasar.

Dari dalam negeri, Nico menilai pelaku pasar merespons positif pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia. Kelancaran proses transisi kepemimpinan BI dinilai memberikan sinyal keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral.

Destry resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 pada Rabu (2/9/2026), menggantikan Perry Warjiyo. Bank Indonesia juga mengonfirmasi Destry menjadi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 92/P Tahun 2026. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN