Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pendapatan Kelas Menengah Turun, Purbaya Dorong Ekonomi Tumbuh di Atas 6,5 Persen

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 17.43 WIB
pendapatan_kelas_menengah_turun_purbaya_dorong_ekonomi_tumbuh_di_atas_65_persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Ilyas Fadillah/Detik)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap kondisi kelas menengah di Indonesia yang tengah tertekan akibat penurunan pendapatan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi dinilai perlu dipacu lebih tinggi agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.

Purbaya mengatakan pemerintah selama ini telah mengalokasikan anggaran besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut subsidi BBM mencapai lebih dari Rp500 triliun, sedangkan subsidi non-BBM sekitar Rp540 triliun, termasuk untuk pendidikan dan kebutuhan lainnya.

Menurutnya, besarnya anggaran tersebut menunjukkan pemerintah tetap memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Namun, Purbaya menilai kondisi berbeda dihadapi kelas menengah. Kelompok ini menghadapi tekanan pendapatan di tengah pertumbuhan ekonomi yang menurutnya belum cukup kuat menciptakan lapangan kerja formal.

"Kelas menengah pendapatannya turun. Ya itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026), dilansir detikFinance.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini rata-rata masih berada di bawah 5 persen. Menurutnya, pertumbuhan pada level tersebut berkaitan dengan terjadinya deindustrialisasi yang pada akhirnya mengurangi penciptaan lapangan kerja formal.

Karena itu, ia mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut, menurut Purbaya, dapat dicapai secara bertahap.

Ia memperkirakan ekonomi perlu tumbuh di atas 6 hingga 6,5 persen agar mampu menciptakan lapangan kerja formal secara berkesinambungan.

"Kita tuh bisa menciptakan lapangan kerja formal yang berkesinambungan kalau tumbuhnya di atas 6%, di atas 6,5% lah," ujarnya.

Purbaya meyakini semakin banyaknya lapangan kerja formal akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperbesar kembali kelompok kelas menengah.

Pemerintah, lanjutnya, akan mendorong berbagai program untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk melalui hilirisasi.

Purbaya berharap berbagai program itu dapat mendorong pertumbuhan kelas menengah dalam satu hingga dua tahun ke depan, seiring meningkatnya pendapatan dan terbukanya lebih banyak lapangan kerja formal. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN