Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
WISATA

MotoGP Mandalika 2026: Bukan Cuma Balapan, Ekonomi Lombok Ikut Ngebut

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.30 WIB
motogp_mandalika_2026_bukan_cuma_balapan_ekonomi_lombok_ikut_ngebut

MotoGP Mandalika 2026: Bukan Cuma Balapan, Ekonomi Lombok Ikut Ngebut. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (6/10/2026) — MotoGP Mandalika 2026 kembali digelar 9–11 Oktober. Bukan hanya menjadi panggung balap dunia, event ini juga menjadi mesin sports tourism dengan potensi dampak ekonomi hingga Rp4,7 triliun.

Deru mesin MotoGP kembali menggema di Lombok. MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai seri ke-17 dalam kalender MotoGP 2026.

Namun, ada cerita yang lebih besar di balik balapan tersebut.

Bagi pemerintah, MotoGP Mandalika bukan lagi sekadar event olahraga, melainkan salah satu pengungkit sports tourism yang diharapkan mampu menggerakkan pariwisata, UMKM, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, hingga lapangan kerja.

Kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dan MGPA memperkirakan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun. Perhitungan tersebut mencakup dampak langsung, tidak langsung, dan dampak lanjutan (induced impact).

MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Balapan

Besarnya angka tersebut menunjukkan bagaimana satu event internasional dapat menciptakan efek berantai bagi ekonomi daerah.

Penonton yang datang ke Mandalika tidak hanya membeli tiket. Mereka membutuhkan hotel atau penginapan, transportasi, makanan, oleh-oleh, jasa wisata, hingga berbagai aktivitas rekreasi selama berada di Lombok.

Kajian Bappenas bahkan mencatat nilai promosi atau Advertising Value Equivalency (AVE) MotoGP Mandalika mencapai 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun. Artinya, manfaat event juga datang dari eksposur global yang membuat Mandalika dan Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi wisata.

Survei Bappenas dan ITDC terhadap lebih dari 1.800 responden mencatat skor brand equity/pengalaman penonton sebesar 5,07 dari skala 6. Kajian memperkirakan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

Inilah peluang terbesar MotoGP Mandalika: mengubah penonton balap menjadi wisatawan yang tinggal lebih lama.

Tantangan Berikutnya: Jangan Sampai Wisatawan Pulang Setelah Balapan

MotoGP hanya berlangsung selama satu akhir pekan. Karena itu, tantangan Mandalika bukan semata-mata mendatangkan penonton, tetapi membuat mereka memperpanjang masa tinggal dan menjelajahi Lombok.

Pemerintah Provinsi NTB bahkan menekankan bahwa MotoGP harus menjadi penggerak ekonomi sepanjang tahun, bukan hanya ramai ketika balapan berlangsung. Event ini diharapkan membuka pasar lebih luas bagi UMKM, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta destinasi wisata lokal.

Konsep inilah yang membuat sports tourism menjadi penting.

MotoGP menjadi magnetnya, sementara destinasi Lombok menjadi alasan untuk tinggal lebih lama.

Dan Mandalika punya modal kuat untuk itu. Sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan tersebut berada di kawasan wisata yang dikelilingi pantai, perbukitan, dan lanskap tropis. Kapasitasnya juga hampir mencapai 200.000 penonton.

7 Destinasi Wisata Sekitar Mandalika yang Bisa Dikunjungi

Jika datang ke Lombok untuk MotoGP Mandalika 2026, jangan habiskan seluruh waktu hanya di sirkuit. Sejumlah destinasi di sekitar Mandalika bisa menjadi agenda sebelum atau sesudah balapan.

1. Pantai Kuta Mandalika

Pantai Kuta Mandalika cocok menjadi titik awal menjelajahi kawasan selatan Lombok. Lokasinya strategis dan berada di kawasan Mandalika yang berkembang sebagai destinasi wisata terpadu.

2. Pantai Tanjung Aan

Pantai Tanjung Aan menawarkan hamparan pasir putih dan laut jernih dengan latar perbukitan. Destinasi ini juga menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Mandalika.

3. Bukit Merese

Ingin menikmati panorama dari ketinggian? Bukit Merese menjadi pilihan. Dari atas bukit, wisatawan dapat melihat garis pantai dan lanskap pesisir Mandalika. Sore hari menjadi waktu yang menarik untuk menikmati panorama matahari terbenam.

4. Desa Adat Sade

Setelah puas dengan pantai, wisatawan bisa beralih ke wisata budaya di Desa Adat Sade. Kampung tradisional masyarakat Sasak ini menawarkan pengalaman mengenal rumah adat, tradisi, dan kerajinan lokal.

5. Desa Sukarara

Sukarara cocok bagi wisatawan yang ingin melihat tradisi menenun Lombok. Selain membeli kain tenun, pengunjung dapat mengenal proses pembuatan kerajinan yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

6. Pantai Selong Belanak

Bagi pencinta wisata bahari dan selancar, Selong Belanak layak masuk daftar. Pantai ini menawarkan bentang pasir yang luas dan karakter ombak yang menarik untuk aktivitas selancar.

7. Pantai Mawun

Jika ingin mencari suasana yang lebih tenang, Pantai Mawun bisa menjadi alternatif. Pantai ini berada di kawasan teluk yang diapit perbukitan, menawarkan lanskap tropis yang menjadi ciri khas pesisir selatan Lombok.

Mandalika sendiri memang dirancang sebagai kawasan yang menggabungkan olahraga, hiburan, akomodasi, dan pariwisata. MotoGP menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan lebih luas potensi tersebut kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jadwal MotoGP Mandalika 2026

MotoGP Mandalika 2026 berlangsung selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026. Kalender resmi MotoGP menempatkan Indonesia setelah seri Jepang dan sebelum Australia.

Agenda utamanya terdiri atas sesi latihan pada Jumat, kualifikasi dan Tissot Sprint pada Sabtu, kemudian balapan utama pada Minggu.

Dengan demikian, wisatawan memiliki peluang untuk mengemas perjalanan lebih panjang: datang sebelum akhir pekan balap, menyaksikan MotoGP, lalu melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi Lombok.

MotoGP Mandalika dan Masa Depan Sports Tourism Indonesia

Besarnya dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2025 menjadi sinyal bahwa sports tourism dapat menjadi mesin baru pariwisata Indonesia.

Tetapi pekerjaan rumahnya juga jelas. Pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan manfaat event tidak berhenti di kawasan sirkuit, melainkan menyebar ke hotel, restoran, transportasi, UMKM, desa wisata, pekerja kreatif, dan masyarakat lokal.

Bappenas sendiri menilai pengembangan MotoGP Mandalika perlu bergerak dari sekadar event-based economy menuju event-led development—menjadikan event sebagai pemicu transformasi ekonomi lokal dan peningkatan daya saing destinasi secara berkelanjutan.

Dengan kata lain, targetnya bukan hanya membuat MotoGP Mandalika 2026 sukses sebagai balapan.

Target yang lebih besar adalah membuat wisatawan datang karena MotoGP, tinggal karena Lombok, dan kembali karena pengalaman yang mereka dapatkan.

Jika strategi itu berhasil, setiap putaran roda MotoGP tidak hanya menghasilkan tontonan spektakuler, tetapi juga ikut memutar roda ekonomi Lombok dan NTB.

(bappenas/officialmotogp/indonesiatravel/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN