Monday, October 5, 2026
home_banner_first
WISATA

Jalur Senaru Gunung Rinjani Kembali Dibuka Setelah Kebakaran, Ini Syarat dari TNGR

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
jalur_senaru_gunung_rinjani_kembali_dibuka_setelah_kebakaran_ini_syarat_dari_tngr

Ilustrasi. (Foto: Instagram @btn_gn_rinjani)

news_banner

Mataram, MISTAR.ID - Jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, kembali dibuka setelah sempat ditutup akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Pembukaan dilakukan setelah proses pemadaman dinyatakan tuntas dan kawasan dinilai aman untuk kembali digunakan pendaki.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiarsito, menjelaskan bahwa pembukaan jalur dilakukan setelah melalui evaluasi bersama berbagai pihak terkait, termasuk hasil pemadaman kebakaran dan asesmen kondisi kawasan.

“Jalur pendakian Senaru dibuka kembali mulai 3 Oktober 2026,” katanya di Mataram, Sabtu (3/10/2026), dikutip dari Antara.

Ia menegaskan keputusan ini tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan setelah memastikan api benar-benar padam serta dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pendakian.

“Pembukaan dilakukan setelah dipastikan kondisi api telah padam serta dilakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendakian demi keamanan dan keselamatan pengunjung,” ujarnya.

Kebakaran hutan yang terjadi di jalur Senaru dan Torean sebelumnya diketahui membakar vegetasi pegunungan seperti cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, hingga dedaunan kering. Kondisi ini membuat sebagian jalur pendakian mengalami kerusakan ekosistem permukaan.

Berdasarkan pemantauan hingga 29 September 2026, luas area terdampak tercatat mencapai sekitar 1.098,75 hektare. Meski demikian, pihak TNGR memastikan tidak ada titik api baru yang terdeteksi setelah proses pemadaman.

“Berdasarkan pemantauan sementara sampai 29 September 2026, luas areal terdampak mencapai 1.098,75 hektare dan tidak terdapat titik api baru/meluas,” katanya.

Pemantauan lanjutan juga masih dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar stabil, termasuk melalui dokumentasi drone dan verifikasi lapangan.

Meski jalur telah dibuka kembali, pengelola taman nasional menegaskan pengawasan tetap diperketat. Beberapa area yang sebelumnya terbakar masih dalam proses pemulihan alami dan pemantauan intensif.

Saat ini, petugas masih melakukan patroli rutin serta pemeriksaan terhadap barang bawaan pendaki untuk menghindari potensi munculnya api baru.

“Tim tetap siaga antisipasi penyalaan kembali. Pengawasan diperkuat via patroli dan pemeriksaan barang bawaan,” katanya.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan menggunakan drone dari jarak sekitar 350 meter untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa di area vegetasi.

Dengan dibukanya kembali jalur Senaru, seluruh jalur pendakian resmi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani kini kembali beroperasi. Jalur tersebut meliputi Sembalun, Senaru, Torean, Tetebatu, dan Aik Berik.

“Saat ini ada lima jalur pendakian yang dibuka,” kata pihak TNGR.

Sebelumnya, jalur Senaru dan Torean sempat ditutup sementara sebagai langkah antisipasi dampak kebakaran hutan yang terjadi pada 22 September 2026 di kawasan Bukit Setampol, Resor Torean.

“Para wisatawan yang akan melakukan pendakian bisa melakukan registrasi secara online melalui aplikasi eRinjani,” ujarnya. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN