Kejar Target Bioetanol E20, Pemerintah Siap Buka Kebun Tebu Baru Tanpa Korbankan Stok Gula

Visualisasi yang menggambarkan alur tebu dari kebun baru, dipanen traktor hingga diolah menjadi bioetanol E20 di SPBU, melambangkan program energi nasional yang tetap menjaga stok gula. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (6/10/2026) - Pemerintah akan menambah luas kebun tebu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program bahan bakar nabati bioetanol E20. Penambahan dilakukan tanpa mengganggu ketahanan pangan, khususnya pasokan gula nasional.
Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di sela Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10/2026). "Ya, kebunnya ditambah," ujar Zulhas.
Menurut Zulhas, bahan baku bioetanol E20 tidak hanya mengandalkan tebu. Pemerintah juga menyiapkan alternatif lain seperti singkong. Namun, jika E20 berbasis tebu, pasokan saat ini belum mencukupi.
"E20 itu kan antara lain bisa dari tebu, bisa dari singkong, bisa dengan yang lain. Kalau sekarang kan kurang. Nah, kalau kita mau tebu, ya harus buka kebun baru," katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai Indonesia tidak perlu mengimpor bahan bakar minyak jika program bioetanol E50 diterapkan. Hanya saja, ia menegaskan pemerintah tidak ingin kebutuhan etanol untuk E50 bergantung pada impor.
"Kami tidak mau menerapkan E10, E20, atau E50 tetapi etanolnya diimpor dari luar. Sama saja itu. Kami ingin memanfaatkan produksi dalam negeri," ujar Bahlil.
Karena itu, kebijakan bioetanol akan dilakukan bertahap.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu eksisting seluas 2 juta hektare untuk diolah menjadi etanol dalam rangka program campuran BBM 20 persen etanol (E20) dalam dua tahun ke depan.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Presiden juga memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan industri pendukung program E20 tersebut.(Antara/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Ayam Tak Stabil, Pedagang Sulit Prediksi Harga Pasar

















































