Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Di Tengah Ketidakpastian Global, Airlangga Dorong Investasi RI-AS Fokus ke Sektor Bernilai Tambah

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 15.20 WIB
di_tengah_ketidakpastian_global_airlangga_dorong_investasi_rias_fokus_ke_sektor_bernilai_tambah_

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam The 14th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6/10/2026). (Foto: Antara/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (6/10/2026) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan investasi bernilai tambah melalui kemitraan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Dalam The 14th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6/10/2026), Airlangga mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia masih menjadi penopang kepercayaan investor.

Ia memaparkan inflasi Indonesia tercatat 3,28 persen pada September, investasi tumbuh 7 persen dibanding tahun lalu, dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di level 108,5.

Selain itu, rasio gini berada di 0,36, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,7 persen, dan tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,65 persen.

Untuk hubungan ekonomi dengan AS, ekspor Indonesia meningkat dari 25,83 miliar dolar AS pada 2021 menjadi 31,01 miliar dolar AS pada 2025. Pada semester I 2026, ekspor ke AS mencapai 15,85 miliar dolar AS dengan surplus perdagangan 8,56 miliar dolar AS.

Amerika Serikat juga masih menjadi salah satu dari lima sumber utama penanaman modal asing di Indonesia. Realisasi investasi AS pada semester I 2026 tercatat 1,72 miliar dolar AS.

Airlangga menyebut arah kebijakan ekonomi 2027 akan fokus pada penguatan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, peningkatan kapasitas ekspor dan investasi, serta pengembangan digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan.

Pemerintah juga mengembangkan pusat data berbasis AI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa serta ekosistem semikonduktor di koridor Batam-Bintan.

Hingga Juni 2026, sebanyak 25 kawasan ekonomi khusus mencatat akumulasi realisasi investasi Rp368 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS dan menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja.

Selain memperkuat investasi domestik, pemerintah terus memperluas akses pasar lewat kerja sama internasional, seperti RCEP, ASEAN, OECD, CPTPP, dan sejumlah perjanjian perdagangan bilateral.

Untuk hubungan dengan AS, Airlangga menyebut implementasi Indonesia-US Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperluas akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan.

“Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan komunitas bisnis Amerika Serikat untuk mengubah berbagai peluang strategis ini menjadi investasi yang konkret dan kemitraan yang lebih kuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi bersama,” kata Airlangga.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN