Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Selidiki Pembakaran 3 Ekskavator Diduga untuk Aktivitas PETI di Madina

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 14.30 WIB
polisi_selidiki_pembakaran_3_ekskavator_diduga_untuk_aktivitas_peti_di_madina

Tiga unit ekxkavator yang dibakar warga di Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. (foto: dok warga)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Polisi masih menyelidiki pembakaran tiga alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Pol Dr Ferry Walintukan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut Ferry, sekitar 150 masyarakat Jambur Tarutung berkumpul dan melakukan penghentian terhadap aktivitas tiga unit ekskavator yang disebut milik seseorang bernama Pawang. Dalam peristiwa tersebut, ketiga alat berat itu kemudian dibakar.

Aksi tersebut diduga dipicu aktivitas ekskavator yang melakukan pengerukan material ke arah pertapakan Masjid Al Muhtadin. Selain itu, pengelola ekskavator diduga melanggar kesepakatan dengan pengurus Masjid Al Muhtadin Jambur Tarutung untuk tidak melakukan aktivitas PETI dalam radius 40 meter dari pertapakan masjid.

“Jadi aksi penolakan terhadap aktivitas PETI menggunakan ekskavator sudah berulang terjadi. Alasannya si pemilik ekskavator melakukan kegiatan tersebut karena merasa lokasi tersebut merupakan hak miliknya,” kata Ferry, Selasa (6/10/2026).

Sebelum aksi pembakaran terjadi, masyarakat terlebih dahulu menyampaikan pengumuman penolakan melalui Masjid Al Muhtadin yang dilakukan oleh pengurus masjid.

Puncaknya, pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB, sejumlah masyarakat berkumpul untuk menghentikan aktivitas alat berat tersebut. Dalam aksi itu, tiga unit ekskavator kemudian dibakar.

Ferry mengatakan, kasus pembakaran tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Mandailing Natal untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasusnya ditangani di Polres Mandailing Natal, untuk dilakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN