Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Lima Karyawan Korban Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya Alami Luka Bakar

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 14.04 WIB
lima_karyawan_korban_ledakan_ruko_di_pakuwon_city_surabaya_alami_luka_bakar

Ledakan yang menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, diduga dari kebocoran tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram. (Foto: CNN Indonesia/Farid)

news_banner

Surabaya, MISTAR.ID - Lima karyawan Depot Nasi Tempong Sri Dewi mengalami luka bakar akibat ledakan dahsyat di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Kelima korban kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto memastikan seluruh korban yang terdampak langsung ledakan merupakan pekerja di depot tersebut.

“Untuk korban total ada lima orang dan semuanya adalah karyawan dari rumah makan tersebut,” kata Irvan di lokasi kejadian.

Dari lima korban, tiga orang masih menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya. Sementara dua korban lainnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

“Untuk tiga orang ini masih berada di Rumah Sakit Haji. Untuk yang dua orang ini perlu penanganan lebih lanjut, kita rujuk ke RSUD Dr Soetomo,” ujarnya.

Irvan mengatakan, para korban rata-rata mengalami luka bakar pada bagian wajah. Namun, pihak BPBD belum dapat memastikan persentase tingkat keparahan luka bakar yang dialami masing-masing korban.

“Mereka rata-rata kalau dari data di teman-teman yang waktu melakukan pendataan rata-rata luka bakar. Kita belum sampai menghitung sampai kena [luka bakar] berapa persen, yang jelas rata-rata mereka terkena pada bagian wajah,” ucapnya.

Selain menangani korban, tim gabungan BPBD, aparat kecamatan setempat, dan perwakilan pengelola kawasan Pakuwon City melakukan pendataan terhadap permukiman warga yang terdampak getaran ledakan.

Irvan mengatakan, pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan dan kerusakan yang ditimbulkan akibat ledakan.

“Saat ini saya dengan Pak Camat dan jadi ini juga Pak Awan dari Pakuwon, kita sedang jalan kaki menuju ke rumah yang terdampak. Kita mau lihat, kita juga sedang melakukan pendataan dan seperti apa nanti, kebetulan ada Pak Camat juga jadi kita masih diskusikan,” kata dia.

Terkait penggantian kerugian materiil terhadap bangunan maupun kendaraan warga yang rusak, Pemerintah Kota Surabaya masih melakukan pembahasan. Data kerusakan juga masih divalidasi di lapangan.

“Kita ini kan masih melakukan pendataan ya. Jadi termasuk pendalaman. Jangan sampai ketika kita melakukan pendataan ternyata data itu tidak valid. Oleh sebab itu sampai dengan sekarang masih kita dalami,” tutur Irvan.

Ledakan yang terjadi di Depot Nasi Tempong Sri Dewi tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan ruko. Toko-toko yang berada di sekitar depot juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sedikitnya 41 bangunan yang terdiri dari deretan ruko dan permukiman warga dilaporkan rusak. Selain itu, 11 sepeda motor, empat mobil, dan satu truk turut mengalami kerusakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, hasil pendalaman kepolisian menunjukkan pusat ledakan berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.

Menurut Luthfie, indikasi kebocoran gas tersebut sempat diketahui pekerja sesaat sebelum ledakan terjadi.

“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie. (hm25/cnn Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN