Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya Diduga Akibat Kebocoran Tiga Tabung LPG

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 11.06 WIB
ledakan_ruko_di_pakuwon_city_surabaya_diduga_akibat_kebocoran_tiga_tabung_lpg

Ledakan yang menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, diduga dari kebocoran tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram. (Foto: CNN Indonesia/Farid)

news_banner

Surabaya, MISTAR.ID - Polrestabes Surabaya menduga kuat ledakan yang menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi, disebabkan kebocoran tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, dugaan tersebut diperoleh setelah tim Penjinak Bom melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari akibat kebocoran gas tersebut,” kata Luthfie di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2026).

Menurut Luthfie, petugas menemukan tiga tabung LPG 50 kilogram di lokasi. Tiga tabung tersebut terdiri dari dua tabung berwarna oranye dan satu tabung berwarna putih.

Polisi memastikan ketiga tabung tersebut tidak meledak. Namun, kebocoran diduga terjadi pada bagian pipa sehingga gas memenuhi ruangan sebelum kemudian terpicu dan menimbulkan ledakan.

“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” ujarnya.

“Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya,” sambung Luthfie.

Sementara itu, Tim Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur telah melakukan penyisiran di lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan unsur bahan peledak atau bom dalam insiden tersebut.

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan, ledakan terjadi akibat gas yang terkumpul dalam satu ruangan dan kemudian terpicu.

“Karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpemicu itu akan meledak,” kata Dyan.

Berdasarkan data terkini, lima orang menjadi korban luka dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya. (hm25/cnn Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN