Mau Beli MacBook Bekas di 2026? Ini yang Perlu Dicek

Ilustrasi. (foto: Artificial Intelligence/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Harga MacBook bekas yang lebih terjangkau memang menggoda. Namun pada 2026, usia perangkat bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Dukungan sistem operasi dan keamanan justru menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli MacBook generasi lama.
Dilansir Engadget, MacBook dengan chip Apple M-series masih menjadi pilihan menarik karena performanya mencukupi untuk berbagai kebutuhan komputasi sehari-hari dan tetap mendapatkan dukungan macOS terbaru.
Sebaliknya, MacBook berbasis prosesor Intel mulai memasuki batas usia dukungan software. Apple mulai beralih dari Intel ke chip buatannya sendiri pada 2020 dan terakhir menjual MacBook Intel pada 2021.
Perbedaan itu semakin jelas dengan hadirnya macOS 27 Golden Gate. Sistem operasi terbaru Apple tersebut tidak lagi mendukung Mac berbasis Intel dan hanya tersedia untuk perangkat dengan Apple silicon.
Daftar kompatibilitas macOS 27 masih mencakup MacBook Air dan MacBook Pro berbasis Apple silicon keluaran 2020 dan setelahnya. Karena itu, MacBook dengan chip M1 menjadi salah satu titik awal yang relatif aman bagi konsumen yang mencari perangkat bekas.
MacBook Air M1 Masih Menarik
Engadget menilai MacBook Air M1 keluaran 2020 masih cukup mumpuni untuk browsing, streaming, mengolah dokumen dan berbagai pekerjaan dasar lainnya.
Model tersebut juga masih bisa ditemukan dengan harga lebih terjangkau, khususnya dalam kondisi bekas, renewed maupun refurbished dari penjual terpercaya.
Dukungan software menjadi salah satu alasan utama. Membeli MacBook yang sudah tidak dapat menjalankan macOS terbaru memiliki risiko karena dalam jangka panjang semakin banyak aplikasi dapat mensyaratkan versi sistem operasi yang lebih baru.
MacBook Intel masih dapat digunakan untuk kebutuhan terbatas atau jangka pendek. Pengguna yang memahami Linux juga berpotensi memperpanjang usia perangkat tersebut menggunakan sistem operasi alternatif, meski pemasangannya pada sejumlah MacBook Intel keluaran 2018 hingga 2020 dengan chip keamanan T2 dapat membutuhkan penanganan tambahan.
Jangan Hanya Tergiur Harga Murah
Sebelum membeli MacBook bekas, calon pembeli disarankan memastikan model perangkat secara tepat dan memeriksa apakah masih masuk dalam daftar kompatibilitas macOS.
Kondisi baterai juga perlu diperhatikan, termasuk jumlah siklus pengisian atau cycle count serta rekomendasi servis yang muncul pada sistem.
Jika membeli secara langsung, calon pembeli sebaiknya menguji keyboard, layar, port, kamera, Wi-Fi dan speaker. Nomor seri dan konfigurasi perangkat juga perlu dicocokkan untuk memastikan barang yang diterima sesuai dengan yang ditawarkan.
Menurut Engadget, pembeli pada umumnya mendapatkan nilai lebih baik dengan memilih MacBook generasi sebelumnya yang masih mendapat dukungan software ketimbang sekadar mencari model termurah.
MacBook Air berbasis Apple silicon dinilai sudah memadai untuk kebutuhan kerja umum. Sementara bagi pengguna dengan pekerjaan lebih berat, MacBook Pro bekas dengan kapasitas memori dan penyimpanan lebih besar serta chip M-series yang lebih kuat dapat menjadi alternatif dengan harga lebih rendah dibandingkan membeli baru.
Produk Apple Certified Refurbished juga dapat dipertimbangkan. Apple menyebut produk refurbished resminya menjalani pengujian fungsi dan mendapat garansi terbatas selama satu tahun, dengan penghematan hingga 15 persen dibandingkan produk baru.
Sementara membeli dari penjual pribadi berpotensi memberikan harga lebih rendah, tetapi risikonya juga lebih besar. Pemeriksaan kondisi perangkat, nomor seri dan konfigurasi menjadi semakin penting sebelum transaksi dilakukan.
Kesimpulannya, harga murah saja tidak cukup menjadi alasan membeli MacBook bekas pada 2026. MacBook M1 atau generasi Apple silicon yang lebih baru masih layak dipertimbangkan jika harganya sesuai, sedangkan MacBook Intel semakin terbatas karena tidak lagi mendapat dukungan macOS terbaru. (*)









































