Satu Keluarga Tewas Jatuh dari Tebing di India, Cicilan iPhone Diduga Jadi Pemicu

Iustrasi: (foto: Thinkstock/Mistar)
New Delhi, MISTAR.ID – Satu keluarga di Maharashtra, India, tewas setelah terjatuh dari tebing di kawasan Bukit Khavda, distrik Chhatrapati Sambhajinagar. Sebelum kejadian, seorang pemuda berusia 18 tahun yang merupakan anak dari pasangan tersebut diketahui berada di tepi tebing dan mengancam akan melompat.
Dilansir NDTV, Sabtu (22/8/2026), kejadian bermula sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pemuda tersebut berdiri di tepi bukit sambil berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidup.
“Saya akan melompat,” ujar pemuda tersebut kepada kedua orang tuanya.
Selama hampir tiga jam, sang ibu bersama warga berusaha membujuk pemuda tersebut agar mengurungkan niatnya. Mereka meminta dia mempertimbangkan masa depan serta memikirkan kedua orang tuanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Ayah pemuda itu yang sebelumnya membujuk dari bawah kemudian naik ke bukit. Sekitar 15 hingga 20 menit sebelum kejadian, sang ayah berusaha mendekati anaknya yang terus bergerak ke arah tepi tebing.
Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sang ayah mencoba meraih anaknya. Namun, keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tebing. Beberapa saat kemudian, sang ibu yang panik juga terjatuh saat berusaha mendekati lokasi.
Petugas kepolisian yang berada di tempat kejadian turut berusaha membujuk pemuda tersebut agar menjauh dari tepian. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Saksi mata, Sanjay Jadhav, mengatakan orang tua dan warga telah berkali-kali berusaha membujuk pemuda tersebut.
“Orang tua dan pihak lain berusaha keras agar dia mengerti, tetapi dia tidak mau mendengarkan dan terus berdiri di tepi bukit. Petugas polisi juga ada di sana,” ujar Jadhav.
Ia menambahkan, sang ibu terus memohon kepada anaknya agar tidak melompat.
Menurut laporan media setempat, persoalan cicilan iPhone yang dibeli pemuda tersebut diduga menjadi salah satu pemicu sebelum kejadian. Pemuda itu disebut mengalami kesulitan membayar cicilan perangkat tersebut.
Dalam upaya membujuknya, seorang pria sempat meminta pemuda tersebut memikirkan kondisi ibunya. “Hiduplah untuk ibumu,” kata pria tersebut.
Namun, pemuda itu tetap bersikeras dan menjawab, “Tidak, aku harus mati. Itu satu-satunya jalan.”
PREVIOUS ARTICLE
Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan di Ukraina, 16 Orang Tewas
















