Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan di Ukraina, 16 Orang Tewas

Serangan drone Rusia di Ukraina. (Foto: Reuters/Mistar)
Kyiv, MISTAR.ID – Serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan yang sedang ramai di Kryvyi Rih, Ukraina timur, Jumat (21/8/2026). Sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Kryvyi Rih merupakan kota kelahiran Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Kota industri yang berjarak sekitar 60 kilometer dari garis depan itu dalam beberapa waktu terakhir berulang kali menjadi sasaran serangan Rusia.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ivan Vygivsky, mengatakan empat orang lainnya termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan berbeda di wilayah Mykolaiv, Ukraina selatan. Informasi tersebut disampaikan melalui Telegram dikutip AFP, Sabtu (22/8/2026).
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas penyelamat mengevakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban. Asap terlihat membubung dari bangunan pusat perbelanjaan yang terdampak serangan.
Menurut laporan awal layanan darurat Ukraina, serangan pertama menyebabkan 15 orang meninggal dan sekitar 130 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka tersebut, 23 di antaranya merupakan anak-anak.
Situasi semakin parah setelah sebuah drone lain menghantam bagian atap pusat perbelanjaan sekitar 30 menit setelah serangan pertama.
Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, kemudian menyampaikan jumlah korban meninggal bertambah menjadi 16 orang akibat serangan tersebut.
Presiden Zelensky mengecam serangan itu melalui akun media sosial X. Ia menyebut tindakan Rusia tersebut sebagai serangan yang tidak dapat dibenarkan karena menyasar sebuah pusat perbelanjaan yang digunakan masyarakat umum.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa jumlah warga sipil yang meninggal akibat perang di Ukraina sepanjang 2026 telah mencapai tingkat tertinggi sejak periode awal invasi Rusia.
Di tengah meningkatnya serangan, negara-negara pendukung Ukraina dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina.
Pertemuan yang dikenal sebagai Koalisi Sukarelawan tersebut akan dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui konferensi video, Kanselir Jerman Friedrich Merz, serta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Sekitar 10 pemimpin negara dan pejabat Eropa, termasuk Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dijadwalkan hadir di Kyiv untuk membahas dukungan lanjutan bagi Ukraina.
PREVIOUS ARTICLE
Trump Kembali Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS


















