Pejabat Rusia: Israel Berisiko Lenyap Jika Konflik Timur Tengah Terus Meningkat

Seorang pejabat militer senior Rusia mengatakan Israel berisiko "setop eksis sebagai sebuah negara" jika konflik di Timur Tengah terus meningkat. (Foto: AFP/CNN)
oskow, MISTAR.ID (20/8/2026) – Seorang pejabat militer senior Rusia memperingatkan bahwa eksistensi Israel sebagai negara terancam jika eskalasi konflik di Timur Tengah terus berlanjut.
Peringatan itu disampaikan Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Rusia sekaligus Komandan Pasukan Khusus Akhmat, Letnan Jenderal Apti Alaudinov.
Dikutip dari Middle East Monitor dan Anadolu Agency, Alaudinov menilai tujuan utama Israel adalah memperluas konflik di kawasan.
Ia juga menuding Tel Aviv berupaya menyeret Amerika Serikat dan NATO ke dalam perang.
"Kita harus menyadari bahwa perang di Timur Tengah akan terus meningkat. Saya meyakini itulah tujuan Israel, yaitu memperbesar konflik semaksimal mungkin dan menyeret AS serta seluruh blok NATO ke dalamnya," ujar Alaudinov, Kamis (20/8/2026).
Alaudinov juga mengingatkan Israel agar tidak berlebihan dalam menilai kekuatan militernya."Pada akhirnya mereka akan melebih-lebihkan kekuatan sendiri dan berisiko lenyap sebagai sebuah negara," tegasnya.
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada 28 Februari 2026.
Sebagai respons, Iran kemudian menyerang sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi pangkalan aset AS.
Pada Juni 2026, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dan membuka jalan bagi perjanjian yang lebih luas.
Namun kesepakatan itu gagal setelah kedua pihak saling menuding melakukan pelanggaran, sehingga permusuhan kembali meningkat.
Hingga kini upaya diplomatik belum membuahkan hasil, baik terkait pembukaan kembali Selat Hormuz maupun kelanjutan negosiasi perjanjian yang lebih komprehensif. (CNN/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran untuk Isolasi Iran






















